119 Orang Lumajang Kena DBD dalam Dua Bulan, Empat Meninggal

AKURAT.CO, Selama Januari-Februari 2024, sebanyak 119 warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD), dan empat di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, dr Rosyidah menjelaskan, data tersebut terhitung sejak satu Januari hingga Senin 26 Februari 2024.
"Sebanyak 81 orang terinfeksi selama bulan Januari, daan untuk bulan Februari tercatat ada 38 kasus. Orang yang rentan terinfeksi DBD sendiri kebanyakan anak usia 5 hingga 14 tahun,” kata Rosyidah, Kamis (29/2/2024).
“Oleh karena itu, kami mengimbau pada seluruh masyarakat, agar selalu membiasakan hidup bersih, terutama musim hujan saat ini,” terangnya.
Ia meminta masyarakat tidak malas melakukan tips sederhana seperti menerapkan pola hidup 3M, yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur barang bekas agar nyamuk tidak berkembang biak.
“Karena untuk mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah ini cukup ampuh, bahkan penggerakan semua lini sudah dilakukan mulai dari tingkat desa dan kader posyandu untuk menggiatkan PSN dengan 3M plus fogging atas indikasi itu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemadaman Listrik Bergilir seJatim, PLN Berikan Penjelasan
- 2Sekolah Rakyat Probolinggo Tidak Menerima Murid Baru, 30 Siswa Digabung ke Pasuruan
- 3244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series
- 4Tol Gending-Besuki Beroperasi Akhir 2026
- 5Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro, 1 Penumpang Tewas
- 6Sering Pemadaman Listrik Siang Hari, Perajin Mebel Kota Pasuruan Minta DPRD Panggil PLN
- 7Pegawai DKP3 Kota Probolinggo Curi Dua Traktor Bantuan Pusat
- 8Identitas Korban Meninggal dan Luka Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro
- 955 Titik Ngecas Mobil Listrik di Tol Trans Jawa
- 10Diduga Punya Utang Ratusan Juta, Jenazah Warga Sampang Ditahan Pemakamannya oleh Emak-Emak









