Pria Probolinggo yang Dibacok karena Tagih Utang Akhirnya Meninggal Dunia

Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, korban luka carok yang dipicu masalah utang akhirnya meninggal dunia. Ia meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat luka bacok yang dideritanya.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan kabar tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa (18/8/2026) siang. Zainullah menjelaskan, sejak awal dievakuasi, kondisi Supandang sudah kritis. Korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ar Rozy, Kota Probolinggo, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Jember untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
“Sejak peristiwa pertama, korban sudah dalam kondisi kritis dan dievakuasi ke Rumah Sakit Ar Rozy. Karena penanganan di sana tidak memungkinkan, korban sempat dirujuk ke rumah sakit di Jember,” ujar Zainullah, Selasa (18/8/2026).
Baca: Tagih Utang Rp500 Ribu Berujung Carok, Pria Probolinggo Tumbang Kena Bacok
Polisi menerima informasi bahwa Supandang meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2026). Meninggalnya korban membuat penyidik memperdalam penanganan perkara. Selain mengusut aksi pembacokan yang menyebabkan Supandang terluka parah, polisi juga menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain.
Sebab, informasi yang berkembang menyebut aksi carok tersebut diduga melibatkan dua orang yang merupakan ayah dan anak. Namun, hingga kini polisi baru menemukan bukti yang mengarah kepada satu orang.
“Memang ada informasi di masyarakat bahwa pelakunya dua orang. Tetapi sampai saat ini, dari hasil penyelidikan kami, masih satu orang yang mengarah sebagai pelaku,” kata Zainullah.
Dua warga Desa Tunggakcerme, Riyadi (60) dan Kosnadi (35), yang diketahui merupakan ayah dan anak, sebelumnya sempat diamankan polisi. Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik sementara hanya menahan Kosnadi karena alat bukti yang diperoleh sejauh ini mengarah kepadanya.
“Untuk saat ini yang kami tahan masih anaknya. Kalau nantinya ditemukan bukti yang cukup, pihak lainnya tentu akan kami amankan,” tegasnya.
Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan apakah Riyadi turut terlibat dalam aksi tersebut.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi untuk memastikan apakah benar pelakunya dua orang, yakni anak dan bapaknya,” lanjut Zainullah.
Kasus ini bermula dari persoalan utang sebesar Rp500 ribu. Supandang diduga mendatangi pihak yang memiliki kewajiban pembayaran kepadanya. Keduanya kemudian bertemu di perjalanan wilayah Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto, pada Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut berubah menjadi cekcok hingga berujung aksi pembacokan. Supandang mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam, termasuk pada bagian leher dan punggung.
Dalam kondisi bersimbah darah, korban kemudian mendapat pertolongan warga dan dilarikan ke Rumah Sakit Ar Rozy. Korban kemudian menjalani perawatan lanjutan di Jember.
Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, sebelumnya menyebut persoalan utang tersebut telah berlangsung sekitar satu tahun. “Pelaku punya utang ke korban, kurang lebih satu tahun. Cara bicaranya mungkin kurang enak. Kemudian korban bertemu dengan pelaku di perjalanan dan akhirnya terjadi carok,” ungkap Ruslan.
Polisi mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kronologi secara utuh, memastikan motif, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi berdarah tersebut. Polisi memastikan langkah hukum akan diambil terhadap setiap pihak yang nantinya terbukti memiliki keterlibatan berdasarkan alat bukti yang cukup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Harga BBM Pertamina Pertengahan Agustus 2026
- 2Upacara 17 Agustuaan Dilarang Digelar di Bromo Pascakebakaran
- 3Seorang Istri di Lumajang Potong Alat Kelamin Suami karena Cemburu
- 4Bromo Belum Buka Pascakebakaran, Mata Pencaharian Warga Jadi Perhatian
- 5Wali Kota Pasuruan Kukuhkan 74 Paskibraka
- 6Walkot Pasuruan Serahkan Remisi Napi hingga Beri Hadiah Bayi yang Lahir di HUT ke-81 RI
- 7Geger Bayi Laki-Laki Ditemukan Dalam Laci Rombong Cilok di Tongas Probolinggo
- 8Gelombang Perairan Pasuruan Landai, Aman untuk Melaut
- 9Semangat Warga Pasuruan Upacara HUT RI di Gang Sempit
- 10Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Mulai 1 Maret 2026




