Jatim

Seorang Istri di Lumajang Potong Alat Kelamin Suami karena Cemburu

Eko Krisyanto | 18 Agustus 2026, 08:30 WIB
Seorang Istri di Lumajang Potong Alat Kelamin Suami karena Cemburu
Ilustrasi. - Istimewa.

AKURAT.CO, Pria berinisial FA, warga Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, menjadi korban kekerasan oleh istrinya sendiri, AY, di rumah mereka. AY nekat memotong alat kelamin (kemaluan) suaminya yang sedang tertidur lelap.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan bahwa perbuatan keji itu diakui AY karena terbakar rasa cemburu. Pelaku melakukan perbuatan tersebut lantaran dugaan perselingkuhan dan ancaman perceraian dari sang suami.

"Pelaku sengaja memotong kemaluan suaminya karena cemburu suaminya selingkuh dengan wanita lain dan mengancam akan menceraikannya," kata Suprapto kepada awak media, Senin (17/8/2026).

Suprapto mengatakan aksi itu dilakukan pada Jumat (14/8/2026) pagi. AY mengambil sebilah celurit dari belakang rumah sebelum melakukan penganiayaan terhadap suaminya yang sedang tertidur lelap.

Usai melukai korban, sang istri AY melarikan diri. Sementara FA yang mengalami luka serius segera dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang, untuk mendapatkan perawatan.

Polisi yang menerima laporsn kemudian melakukan pencarian dan berhasil menangkap AY. Pemeriksaan telah dilakukan hingga AY menyatakan motif penganiayaan tersebut. Sang istri nekat melakukan perbuatan itu murni karena cemburu.

Humas Medis RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Yanna Susanti, mengungkapkan bahwa korban langsung ditangani oleh tim medis spesialis saat datang. Korban langsung dilakukan tindakan di kamar operasi oleh dokter spesialis urologi.

Hingga Senin (17/8), FA masih harus menjalani perawatan dan pemantauan intensif di ruang perawatan RSUD dr Haryoto Lumajang. Yanna Susanti menjelaskan perkembangan kondisi kesehatan korban saat ini.

"Saat ini korban masih menjalani perawatan di RS, korban masih mengalami nyeri namun untuk luka sudah mulai membaik," ungkap Yanna.

Tim dokter memfokuskan penanganan pada pemberian obat antibiotik, pereda nyeri, serta melatih korban untuk latihan mobilisasi duduk secara aktif dan bertahap.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.