Jatim

Warga Probolinggo: "Kebutuhan Pokok Naik, BBM Naik... Berat Bagi Rakyat Kecil"

Raphel Aziza | 11 Juni 2026, 20:53 WIB
Warga Probolinggo: "Kebutuhan Pokok Naik, BBM Naik... Berat Bagi Rakyat Kecil"
Ilustrasi.

AKURAT.CO, Warga Kota Probolinggo mengeluhkan kenaikan harga Pertamax. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, lonjakan harga Pertamax semakin membebani masyarakat, terutama pekerja dengan penghasilan tetap karena biaya hidup kian mahal.

Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini melonjak Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut langsung dirasakan pengguna kendaraan yang selama ini memilih Pertamax.

Wardah, warga Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, yang merupakan karyawan swasta mengaku terkejut saat mengetahui harga Pertamax naik hampir Rp4.000 per liter. “Bagaimana tidak keberatan, biasanya saya isi penuh tangki motor hanya sekitar Rp35 ribuan. Sekarang sampai Rp58 ribu. Selisihnya jauh sekali, hampir dua kali lipat,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Wardah, kenaikan tersebut memperbesar pengeluaran hariannya yang sebelumnya sudah tertekan oleh naiknya harga berbagai kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku sebenarnya bisa beralih ke Pertalite yang masih dijual Rp10.000 per liter. Namun antrean panjang di sejumlah SPBU membuat pilihan itu tidak selalu memungkinkan.

“Kalau Pertalite memang lebih murah, tapi antreannya sering panjang. Saya berangkat kerja pagi, jadi waktunya terbatas. Akhirnya tetap memilih Pertamax walaupun sekarang makin mahal,” katanya.

Bagi Wardah, persoalan terbesar bukan hanya kenaikan harga BBM. Ia menilai hampir seluruh kebutuhan hidup saat ini mengalami kenaikan, sementara pendapatan pekerja tidak ikut bertambah.

“Apa-apa sekarang mahal. Harga kebutuhan pokok naik, BBM naik, biaya hidup naik. Tapi gaji ya segitu-segitu saja. Yang terasa berat itu masyarakat kecil dan pekerja seperti kami,” keluhnya.

Sementara di tingkat SPBU, kenaikan harga belum memicu lonjakan pembelian maupun kepanikan masyarakat. Pengawas Sif SPBU Mastrip, Anton Efendi, mengatakan aktivitas pengisian BBM masih berlangsung normal.

“Untuk saat ini masih normal, tidak ada peningkatan pembelian yang signifikan maupun antrean yang tidak biasa,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.