Jatim

Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Mencapai 7.219, Terbanyak di Dua Kecamatan Ini

Dhani Ramadani | 7 Juni 2026, 12:03 WIB
Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Mencapai 7.219, Terbanyak di Dua Kecamatan Ini
Ilustrasi.

AKURAT.CO, Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sidoarjo mengalami lonjakan pesat. Tercatat, per Desember tahun 2025, sebanyak 6.914 orang dengan HIV (ODHIV) ditemukan melalui layanan kesehatan di seluruh wilayah Kota Delta. Selanjutnya pada bulan April 2026 kemarin, jumlah ini naik lagi menjadi 7.129 penderita.

Dokter HinuTrisulistijorini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, saat hearing bersama komisi D DPRD Sidoarjo dan Paguyuban Remaja peduli AIDS Sidoarjo, beberapa hari lalu mengatakan deteksi kenaikan jumlah penderitanya HIV ini diketahui dari hasil mobile Visite yang dilakukan oleh seluruh Puskesmas yang ada, bekerja sama dengan Delta Crisis Center Sidoarjo.

"Memang ini seperti fenomena gunung es, yang mana baru diketahui adanya kenaikan setelah penderita HIV bersedia melakukan screening secara sukarelawan. Yang jelas Dians kesehatan terus melakukan upaya masif dan agresif, untuk memberikan edukasi akan HIV Aids ini, untuk menekan jumlah penderitanya,” ujar dr Hinu Trisulistijorini.

Masih menurut dr Hinu, pemerintah terus berupaya menekan angka tersebut melalui skrining rutin terhadap populasi berisiko tinggi. Penanggulangan HIV di Sidoarjo melibatkan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga layanan kesehatan swasta.

“Termasuk juga peran serta dari adek-adek Parpas ini, yang memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap dr Hinu.

Dari data yang ada, jumlah 7129 penderita HIV ini, tersebar hampir di semua kecamatan di Sidoarjo. Hanya saja, Kecamatan Porong dan Krian, menempati presentase tertinggi dari jumlah tersebut.

Ketua komisi D DPRD Sidoarjo H.Damroni Chudlori menyampaikan keprihatinan mendalam atas kenaikan jumlah penyandang HIV Aids di Sidoarjo yang semakin tinggi dari tiap tahunnya. Karenanya dalam kesempatan ini, Damroni mengajak semua stake holder termasuk Paguyuban Remaja Peduli Aids Sidoarjo, untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat akan penyakit menular tersebut bisa ditekan jumlah pengidapnya.

“Kita butuh sinergitas antara OPD terkait dengan berbagai lembaga masyarakat termasuk dengan remaja peduli Aids ini, untuk pencegahan penularan HIV AIDS di Sidoarjo. Bahkan kita Komisi D mendorong rancangan aksi dari pemerintah daerah, tentang pencegahan penyakit ini,” ungkap Damroni.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.