Jatim

Ledakan Dahsyat di Pabrik PT GWS Sidoarjo Sebabkan 1 Orang Tewas dan 2 Terluka Parah

Eko Krisyanto | 7 April 2026, 08:47 WIB
Ledakan Dahsyat di Pabrik PT GWS Sidoarjo Sebabkan 1 Orang Tewas dan 2 Terluka Parah
Ilustrasi ledakan.

AKURAT.CO, Peristiwa ledakan di pabrik PT Great Wall Steel (GWS) di Desa Janti, Waru, Sidoarjo, Senin (6/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Satu pekerja tewas dan dua lainnya luka.

Korban meninggal adalah Rio (17), kernet blender yang mengalami luka serpihan besi. Sementara korban luka yakni Prayono (27) pekerja bagian las blender yang mengalami luka berat di bagian dada dan M Zaenal Abidin (40) mengalami luka berat. Para korban dirawat di Rumah Sakti Pondok Candra.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menyebutkan peristiwa itu terjadi saat pemotongan besi dengan las blender dilakukan oleh tigaorang. "Pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender terjadi ledakan dari besi itu," kata Tobing.

Sekitar lima rumah warga sekitar pabrik dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Warga mengungkapkan beberapa dampaknya antara lain atap rusak, plafon runtuh hingga pintu dan jendela terbuka sendiri akibat kuatnya getaran.

"Kemungkinan lima rumah terdampak ledakan," warga Perumahan Wedoro Regency, Nur Kholis.

Polda Jatim menerjunkan Satu Unit Jibom Den Gegana Satbrimob Polda Jatim ke lokasi. Tim sebanyak kurang lebih 10 personel.

Human Resources Development (HRD) PT GWS, Hery Prasetyo, menjelaskan bahwa ledakan diduga berasal dari material besi tua yang tidak diketahui mengandung benda berbahaya. Dari informasi awal, katanya, ledakan terjadi saat pemotongan besi tua di area scrap yard.

"Diduga ada material yang tidak teridentifikasi di dalam besi tersebut hingga memicu ledakan," terang Hery.

Menurut Hery, besi tua tersebut berasal dari berbagai supplier sehingga pihak perusahaan belum bisa memastikan asal material yang memicu ledakan. Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal tim Gegana dan Inafis, ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer.

"Dari analisa awal, ini bukan bom atau bahan peledak militer. Kalau itu, pasti ada kerusakan besar di sekitar lokasi. Tapi tidak ada kerusakan signifikan pada bangunan maupun fasilitas pabrik," jelasnya.

Korban meninggal bernama Rio diketahui merupakan kernet yang berada cukup jauh dari titik ledakan, yakni lebih dari 50 meter. Namun nahas, serpihan material ledakan mengenai tubuh korban.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.