Turis Cina Mengaku Diintimidasi saat Menuju Bromo Lewat Probolinggo

AKURAT.CO, Sebuah video memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap wisatawan asing di Kota Probolinggo viral di media sosial dan memicu kecaman warganet. Peristiwa itu dialami seorang turis asal Cina bernama Jinnie saat dalam perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Jinnie mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum pengemudi transportasi lokal ketika memesan ojek online (ojol) di sekitar selatan Terminal Probolinggo, Minggu (10/5/2026). Ia menyebut situasi berubah tegang setelah beberapa pengemudi ojol yang dipesannya datang ke lokasi penjemputan di kawasan Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Menurut pengakuannya, sejumlah oknum pengemudi transportasi lokal diduga marah dan memaksa dirinya menggunakan jasa transportasi mereka dengan tarif lebih mahal untuk menuju Bromo.
“Di halte minibus di luar Terminal Probolinggo, sopir bus itu dengan kasar memaki tiga sopir Gojek yang saya panggil. Semuanya dilakukan agar saya naik bus atau ojek mereka yang mahal ke Bromo,” tulis Jinnie dalam unggahannya yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Merasa kondisi tidak aman, wisatawan asing tersebut akhirnya membatalkan perjalanan menggunakan ojol. Ia bahkan memilih berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk menjauh dari lokasi karena takut situasi semakin memanas.
Aksi dugaan intimidasi itu juga dibenarkan salah satu pengemudi ojol bernama Candra Ewin (46). Ia mengaku sempat mendapat tekanan saat mencoba menjemput wisatawan tersebut.
“Awalnya yang diintimidasi itu bulenya. Setelah saya sampai di titik jemput, saya juga dikejar dan diintimidasi oleh oknum opang,” ujar Candra dalam unggahan media sosialnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, suasana saat itu sangat mencekam hingga order perjalanan akhirnya dibatalkan demi keselamatan bersama. “Wisatawan itu sampai merekam karena merasa terancam,” katanya.
Video dan curahan hati Jinnie langsung ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menyayangkan adanya dugaan aksi premanisme transportasi terhadap wisatawan mancanegara karena dinilai dapat merusak citra Probolinggo dan pariwisata Jawa Timur, khususnya jalur menuju destinasi wisata internasional Gunung Bromo.
Dalam unggahannya, Jinnie juga mengaku sangat kecewa atas pengalaman yang dialaminya di Indonesia. “Saya sangat marah. Saya bisa merasakan pengemudi Gojek itu ketakutan setelah diancam,” tulisnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Probolinggo, Muhammad Abas, belum memberikan keterangan resmi meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemotor 20 Tahun Tewas Kecelakaan Beruntun dengan Dua Truk di Sukorejo Pasuruan
- 2Hutan Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Kembali Terbakar
- 3136 Burung Sitaan dari Pasar Gelap Dilepasliarkan di Hutan Tretes Pasuruan
- 4Tiga Petugas Gugur Saat Padamkan Kebakaran di Bromo
- 5Misbakhun Minta Kader Golkar Kota Pasuruan Jaga Amanah Rakyat
- 6Ditinggal Semenit, Motor Kurir Ekspedisi dan Puluhan Paket Dicuri Maling di Grati Pasuruan
- 7Petugas Pemadam Karhutla Bromo yang Gugur Bertambah Jadi 4 Orang
- 8Perempuan Bobol Kios-kios di Pasar Prigen Pasuruan, Curi Jagung dan Kacang Hijau
- 9Parkir Non-tunai Segera Berlaku di Kota Pasuruan
- 10Polisi Selidiki Empat Petugas Gugur Saat Padamkan Kebakaran di Bromo








