Salah Masuk Rumah Saat Temui Cewek Open BO, Pemuda Probolinggo Nyaris Dihajar Massa

AKURAT.CO, Seorang pemuda berinisial MY (19), warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, nyaris menjadi sasaran amukan massa. Itu setelah ia salah masuk rumah saat hendak menemui perempuan yang dipesannya melalui layanan open BO (booking out), Kamis (14/5/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Aksi MY sempat membuat panik penghuni rumah hingga akhirnya warga mengamankannya dan menyerahkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat MY memesan jasa teman kencan melalui aplikasi MiChat. Setelah terjadi kesepakatan harga dan lokasi pertemuan di sebuah rumah penginapan, MY langsung menuju lokasi yang telah dikirimkan.
Namun sesampainya di kawasan tujuan, MY diduga keliru mengenali rumah yang dimaksud. Tanpa memastikan alamat secara detail, pemuda tersebut masuk ke salah satu rumah dan bahkan sempat membuka pintu kamar.
“Dia datang sambil tetap komunikasi lewat ponsel dengan perempuan yang dipesannya. Tapi ternyata salah masuk rumah. Bahkan sempat membuka kamar orang lain,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Situasi sontak berubah tegang ketika penghuni rumah menyadari ada orang asing masuk ke area pribadi mereka. MY yang sadar telah salah alamat langsung keluar dan berusaha mencari lokasi yang benar. Namun kepanikan telanjur terjadi.
Pemilik rumah yang ketakutan kemudian melapor ke warga dan pengurus RT setempat. Dalam waktu singkat, warga berdatangan dan mengamankan MY sebelum situasi berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.
“Untung cepat diamankan warga dan langsung diserahkan ke polisi. Kalau terlambat sedikit saja, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh sumber tersebut.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian membawa MY ke mapolsek guna menghindari kerumunan massa sekaligus meminta klarifikasi atas kejadian tersebut.
Setelah dilakukan mediasi antara keluarga MY dan pemilik rumah, persoalan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum.
Sebagai bentuk tanggung jawab, MY diminta membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya. Setelah proses mediasi selesai, pemuda tersebut akhirnya diperbolehkan pulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemotor 20 Tahun Tewas Kecelakaan Beruntun dengan Dua Truk di Sukorejo Pasuruan
- 2Hutan Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Kembali Terbakar
- 3136 Burung Sitaan dari Pasar Gelap Dilepasliarkan di Hutan Tretes Pasuruan
- 4Tiga Petugas Gugur Saat Padamkan Kebakaran di Bromo
- 5Petugas Pemadam Karhutla Bromo yang Gugur Bertambah Jadi 4 Orang
- 6Warga Apresiasi Puluhan Kantor Kelurahan di Kota Pasuruan Buka Malam Hari
- 7Polisi Selidiki Empat Petugas Gugur Saat Padamkan Kebakaran di Bromo
- 8Pemkab Jember Terapkan WFH Imbas Antrean Panjang di Seluruh SPBU
- 9Kapolres Probolinggo Buka Suara Soal Video Viral Polisi Ribut dengan Warga
- 10Tas Anyaman Ibu-ibu Pasuruan Tembus Malaysia-Turki, Laku 4.000 Pieces Sebulan








