Jatim

Tebar Ancaman Pakai Celurit, Begal Rampas Motor Penjual Tempe di Probolinggo

Raphel Aziza | 7 Mei 2026, 11:14 WIB
Tebar Ancaman Pakai Celurit, Begal Rampas Motor Penjual Tempe di Probolinggo
Seorang pedagang tempe menjadi korban pembegalan di Probolinggo.

AKURAT.CO, Seorang pedagang tempe menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Probolinggo, Kamis dini hari (7/5/2026). Pelaku menggunakan senjata celurit.

Korban, Agustin (36), warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, kehilangan. Sepeda motor Honda Beat bernopol N 5516 RD setelah dirampas dua pria bersenjata celurit.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.41 WIB ketika korban hendak menuju Pasar Niaga untuk berjualan. Saat kondisi jalan masih sepi usai subuh, korban merasa ada sepeda motor yang terus membuntutinya dari belakang. Ternyata ada dua pria berboncengan diduga menggunakan Honda Vario mengikuti laju motor korban dari belakang.

Curiga menjadi target kejahatan, Agustin sempat berusaha melarikan diri dengan memacu motornya lebih cepat. Namun sesaat setelah melewati tikungan, laju korban dipotong pelaku hingga terpaksa berhenti.

“Saya lihat dari kaca spion motor itu terus mengikuti. Saya tambah kecepatan, tapi setelah tikungan langsung dipepet,” kata Agustin.

Saat berhenti, korban berupaya menggagalkan aksi pelaku dengan mencabut kunci motornya sambil berteriak meminta pertolongan. Namun kedua begal justru bertindak semakin agresif.

Salah satu pelaku langsung mengacungkan celurit ke arah korban. Dalam kondisi terancam, korban tak mampu mempertahankan kendaraannya.

Pelaku kemudian merebut kunci motor dari tangan korban sebelum membawa kabur sepeda motor ke arah barat.

“Saya sempat melawan dan teriak minta tolong,” ujarnya.

Aksi begal tersebut juga disaksikan seorang pedagang nasi kuning bernama Sutrisno (55) yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku sempat terpikir membantu korban dengan menghadang pelaku menggunakan gerobaknya. Namun niat itu batal dilakukan setelah salah satu pelaku menghampirinya sambil mengayunkan celurit.

“Saya sebenarnya mau nolong korban. Mau saya tabrak pakai gerobak, tapi pelaku malah mendekat sambil bawa celurit,” ungkapnya.

Menurut Sutrisno, kedua pelaku sama-sama membawa senjata tajam sehingga warga sekitar memilih tidak bertindak nekat. “Kalau tidak bawa senjata mungkin masih berani dilawan. Tapi mereka sama-sama bawa celurit,” katanya.

Sebelum menjadi korban begal, Agustin diketahui sempat pulang dari Pasar Niaga usai salat subuh melalui Jalan Panglima Sudirman dan Jalan KH Hasan. Tidak lama kemudian ia kembali menuju pasar untuk membawa dagangan tempe.

Namun di tengah perjalanan, motor yang menjadi alat transportasi sekaligus penunjang aktivitas berdagangnya justru raib dibawa kabur kawanan begal bersenjata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.