244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series

AKURAT.CO, Sebanyak 244 rider dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dan memeriahkan ajang balap sepeda bergengsi Suropati BMX Challenge 2026 Jatim 3 series. Kompetisi balap sepeda ekstrem ini digebrak di Sirkuit BMX GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, Minggu (14/6/2026).
Ajang yang memasuki edisi kedua ini secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi. Gelaran ini merupakan kolaborasi strategis antara Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, KONI Kota Pasuruan, serta Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI/ICF) Kota Pasuruan, dengan dukungan penuh dari REMMIC BMX Team.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak karena dengan keterbatasan anggaran namun Suropati BMX Challenge 2026 Series 3 Jatim ini tetap berjalan dan mendapatkan antusias dari para pembalap dan pecinta BMX. Harapanya dengan event seperti juga bisa mengungkit ekonomi melalui stand stand UMKM di arena lomba," kata Nawawi.
Diikuti Rider Lintas Provinsi
Antusiasme peserta dalam Suropati BMX Challenge 2026 terbilang sangat luar biasa. Tak hanya didominasi oleh perwakilan dari wilayah Jawa Timur, para pembalap sepeda ini juga rela menempuh perjalanan jauh dari berbagai penjuru tanah air, termasuk dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Foto: Suropati BMX Challenge 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah daerah tercatat mengirimkan atlet-atlet terbaiknya, di antaranya dari Gresik, Malang, Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Madura, Magetan, Probolinggo, Surabaya, Batu, Kediri, hingga Tasikmalaya.
Dalam kejuaraan ini, sebanyak 13 kelas dipertandingkan yang mencakup kategori putra (Boys/Men/Master) dan putri (Girl/Women) dengan rentang usia peserta yang sangat luas, mulai dari usia dini 5 tahun hingga kelas veteran 49 tahun. Menariknya, kompetisi berskala nasional ini membebaskan biaya pendaftaran alias gratis, serta menggunakan Race Sistem Moto untuk menyaring para pembalap terbaik di sirkuit.
Atlet Tuan Rumah Borong Podium
Tampil dengan motivasi tinggi di hadapan publik sendiri, para atlet sepeda BMX tuan rumah Kota Pasuruan sukses menunjukkan taji mereka dan menorehkan prestasi gemilang. Tiga rider lokal berhasil mengamankan podium juara di beberapa kategori kompetitif.
Foto: Suropati BMX Challenge 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Di kelas Challenge Boys usia 11-13 tahun, rider andalan Pasuruan, Muhammad Jannatan Wildan Dandi, sukses menyabet Juara 1 setelah menyudahi perlawanan sengit rival-rivalnya. Prestasi gemilang ini disusul oleh Ricki Dwi Saputra yang berhasil mengamankan podium Juara 2 di kategori Challenge Boys usia 14-16 tahun.
Tak mau kalah, di kategori putri, atlet cilik Aqila Sabyan Ramadhani juga berhasil mengharumkan nama Kota Pasuruan di podium setelah mengamankan Juara 3 pada kategori Challenge Girl usia 5-8 tahun.
Keberhasilan penyelenggaraan Suropati BMX Challenge 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga tahunan, melainkan menjadi sirkuit pembinaan berkelanjutan bagi atlet sepeda BMX usia dini agar mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemadaman Listrik Bergilir seJatim, PLN Berikan Penjelasan
- 2Sekolah Rakyat Probolinggo Tidak Menerima Murid Baru, 30 Siswa Digabung ke Pasuruan
- 3244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series
- 4Tol Gending-Besuki Beroperasi Akhir 2026
- 5Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro, 1 Penumpang Tewas
- 6Sering Pemadaman Listrik Siang Hari, Perajin Mebel Kota Pasuruan Minta DPRD Panggil PLN
- 7Pegawai DKP3 Kota Probolinggo Curi Dua Traktor Bantuan Pusat
- 8Remaja Nganjuk Bacok Wanita karena Cinta Ditolak dan Ditinggal Menikah
- 955 Titik Ngecas Mobil Listrik di Tol Trans Jawa
- 10Diduga Punya Utang Ratusan Juta, Jenazah Warga Sampang Ditahan Pemakamannya oleh Emak-Emak






