Jatim

Kasus PMK di Pasuruan Masih Ada, Vaksinasi hingga Pengawasan Pasar Hewan Terus Dilakukan

Syukron Nuaim Hayat | 26 Februari 2026, 22:36 WIB
Kasus PMK di Pasuruan Masih Ada, Vaksinasi hingga Pengawasan Pasar Hewan Terus Dilakukan
Ilustrasi/Vaksinasi PMK pada sapi.

AKURAT.CO, Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Pasuruan, belum benar-benar hilang. Sejumlah kasus bermunculan. Namun, cenderung mengalami penurunan.

Menurut drh. Panti Absari, Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, kasus PMK masih ada. Hingga 20 Februari 2026 kemarin, jumlah hewan ternak yang terjangkit, mencapai 169 ekor. Di mana, sebanyak 24 ekor sakit, dua ekor mati dan 126 ekor sembuh. Sementara lainnya, ada yang dijual dan potong paksa.

"Kasusnya masih ada. Tapi, cenderung menurun. Bahkan, mencapai 70 persen,” kata Panti, Jumat (27/2/2026).

Panti menambahkan, kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Pasuruan. Mulai Kecamatan Puspo, Pasrepan, Winongan, Grati dan Sukorejo.

"Sejumlah antisipai terus ditempuh untuk menanggulangi PMK. Mulai vaksin, pengobatan yang sakit, desinfektan, hingga pengawasan pasar hewan dan lalu lintasnya,” terangnya.

Dampak PMK cukup besar dalam mempengaruhi perekonomian peternak. Selain produksi susu turun, juga berisiko kematian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.