Kasus PMK di Pasuruan Masih Ada, Vaksinasi hingga Pengawasan Pasar Hewan Terus Dilakukan

AKURAT.CO, Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Pasuruan, belum benar-benar hilang. Sejumlah kasus bermunculan. Namun, cenderung mengalami penurunan.
Menurut drh. Panti Absari, Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, kasus PMK masih ada. Hingga 20 Februari 2026 kemarin, jumlah hewan ternak yang terjangkit, mencapai 169 ekor. Di mana, sebanyak 24 ekor sakit, dua ekor mati dan 126 ekor sembuh. Sementara lainnya, ada yang dijual dan potong paksa.
"Kasusnya masih ada. Tapi, cenderung menurun. Bahkan, mencapai 70 persen,” kata Panti, Jumat (27/2/2026).
Panti menambahkan, kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Pasuruan. Mulai Kecamatan Puspo, Pasrepan, Winongan, Grati dan Sukorejo.
"Sejumlah antisipai terus ditempuh untuk menanggulangi PMK. Mulai vaksin, pengobatan yang sakit, desinfektan, hingga pengawasan pasar hewan dan lalu lintasnya,” terangnya.
Dampak PMK cukup besar dalam mempengaruhi perekonomian peternak. Selain produksi susu turun, juga berisiko kematian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Truk-truk Besar yang Lewat JLS Kota Pasuruan akan Dialihkan ke Tol
- 2Sekolah Rakyat Probolinggo Tidak Menerima Murid Baru, 30 Siswa Digabung ke Pasuruan
- 3Tol Gending-Besuki Beroperasi Akhir 2026
- 4244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series
- 5Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro, 1 Penumpang Tewas
- 6Identitas Korban Meninggal dan Luka Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro
- 7Sering Pemadaman Listrik Siang Hari, Perajin Mebel Kota Pasuruan Minta DPRD Panggil PLN
- 8Jambret yang Tewaskan ASN di Surabaya Didor, Sudah Tiga Kali Masuk Bui
- 955 Titik Ngecas Mobil Listrik di Tol Trans Jawa
- 10Diduga Punya Utang Ratusan Juta, Jenazah Warga Sampang Ditahan Pemakamannya oleh Emak-Emak








