Jatim

Kebakaran TPA Benowo Surabaya Lahap 900 Meter Persegi Lahan, Penyebab Belum Dipastikan

Dhani Ramadani | 22 Juli 2026, 15:58 WIB
Kebakaran TPA Benowo Surabaya Lahap 900 Meter Persegi Lahan, Penyebab Belum Dipastikan
Kebakaran TPA Benowo. (Istimewa)

AKURAT.CO, Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, sisi selatan kawasan Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Minggu (19/7/2026) malam, melahap ratusan meter persegi sampah di lahan tersebut. Penyebab kebakaran hingga Rabu (22/7/2026) masih belum dipastikan.

Kebakaran melalap tumpukan sampah di Blok 1B dengan luas area terbakar sekitar 900 meter persegi. Api dengan cepat menyebar karena tumpukan sampah rata-rata dalam kondisi kering.

"Belum ada informasi tentang penyebabnya," kata Laksita Rini Sevriani Kepala DPKP Kota Surabaya.

Laporan pertama adanya api di TPA Benowo diterima petugas dari Ferdi, warga setempat, pukul 18.49 WIB. Unit pemadam diberangkatkan satu menit setelahnya dan tiba di lokasi pukul 18.56 WIB. Api pokok berhasil dipadamkan pukul 21.05 WIB, sedangkan pembasahan tuntas dan lokasi dinyatakan kondusif pukul 23.58 WIB.

Baca: TPA Benowo Surabaya Kebakaran Hebat

Total delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu 15 unit tangki air milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta tujuh unit alat berat jenis bego.

Sementara itu, M Rokhim Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Surabaya menyebut titik kebakaran berada di area TPA Benowo dengan skala cukup besar, tetapi api mulai terkendali. “Titik kebakaran ada di TPA-nya. Lumayan besar. Tapi ini sudah proses dan mulai berkurang (apinya),” tambahnya.

Penanganan kebakaran ini melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Posko Terpadu Barat.

Di sisi lain, menurut warga kebakaran tersebut membuat tumpukan sampah dan baunya berkurang. "Ada hikmahnya juga kebakaran itu. Tumpukan sampahnya berkurang dan terutama baunya juga sedikit berkurang," kata seorang warga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.