Jatim

Arak Ancak dan Seni Bantengan Meriahkan Sedekah Bumi di Prigen Pasuruan

Eko Krisyanto | 14 Juni 2026, 17:11 WIB
Arak Ancak dan Seni Bantengan Meriahkan Sedekah Bumi di Prigen Pasuruan
Sedekah Bumi di Prigen, Pasuruan.

AKURAT.CO, Semangat melestarikan budaya warisan leluhur terus dijaga warga Desa Rekesan, Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ratusan warga menggelar prosesi Sedekah Bumi yang berlangsung meriah dengan arak-arakan ancak, pertunjukan kesenian bantengan, hingga pesta kembang api, Minggu (14/6/2026).

Tradisi yang digelar setiap dua tahun sekali itu menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kerukunan yang mereka rasakan selama ini.

Sejak pagi, warga dari tiga RT di lingkungan RW 05 memadati jalan desa untuk mengikuti pawai ancak. Puluhan ancak berisi hasil bumi, bahan pokok, jajanan pasar, hingga aneka lauk-pauk berbahan daging sapi dan ayam diarak mengelilingi desa sebelum dipusatkan di lapangan depan balai RW setempat.

Foto: Sedekah Bumi di Prigen, Pasuruan.

Tak sekadar membawa hasil bumi, warga juga menghias ancak mereka dengan berbagai kreasi unik. Mulai dari replika hewan ternak, miniatur candi, hingga ornamen tradisional yang membuat arak-arakan terlihat semakin menarik dan penuh warna.

Suasana semakin semarak dengan iringan kesenian bantengan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang sedang berada di kawasan lereng Gunung Arjuno tersebut.

Dentuman petasan dan pesta kembang api turut menambah kemeriahan acara yang telah menjadi agenda budaya masyarakat Desa Rekesan sejak puluhan tahun lalu.

Foto: Sedekah Bumi di Prigen, Pasuruan.

Menariknya, seluruh hasil bumi dan makanan yang dibawa dalam ancak tidak hanya dinikmati warga setempat. Sesuai tradisi, berbagai bahan pangan tersebut juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat luar desa yang hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Ketua RW 05 Desa Rekesan, Subagyo, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi yang terus dipertahankan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai nikmat yang diterima warga.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menjaga kerukunan antarwarga.

Foto: Sedekah Bumi di Prigen, Pasuruan.

“Alhamdulillah, melalui Sedekah Bumi ini kami berharap seluruh warga Desa Rekesan semakin guyub rukun, sehat, damai, dan bahagia,” kata Subagyo.

Rangkaian Sedekah Bumi sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu (13/6/2026) malam. Warga menggelar doa bersama yang dipimpin para sesepuh desa sebagai bentuk permohonan keselamatan, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.

Sebagai bagian dari tradisi, warga juga melakukan penyembelihan seekor sapi hasil swadaya masyarakat. Daging sapi tersebut kemudian diolah dan dibagikan kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Tidak hanya warga Rekesan, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga datang untuk menyaksikan tradisi budaya yang masih lestari di tengah perkembangan zaman.

Levina, salah satu warga, mengaku senang bisa ikut merasakan suasana kebersamaan yang tercipta dalam perayaan tersebut.

“Senang sekali melihat warga berkumpul bersama. Arak-arakan ancaknya bagus-bagus, ditambah pertunjukan bantengan yang membuat acaranya semakin meriah,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.