Kapal Bawa Sembako Subsidi Terbalik di Probolinggo karena Kelebihan Muatan

AKURAT.CO, Sebuah kapal tradisional milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Bahari Makmur terbalik di perairan Probolinggo-Gili Ketapang, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Kapal yang mengangkut sembako subsidi untuk warga Pulau Gili Ketapang itu kelebihan muatan atau overload.
Kapal yang dinakhodai Imam tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang. Kapal membawa sekitar 8 ton beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 500 dus atau sekitar 6.000 liter minyak goreng.
Kepala Seksi Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo, Hendra Yulistianto, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan cuaca buruk, melainkan diduga kuat akibat muatan yang melebihi kapasitas kapal.
“Cuaca saat kejadian cerah dan tidak ada indikasi cuaca buruk. Kapal dengan ukuran di bawah GT 7 seharusnya tidak membawa muatan lebih dari sekitar 4 ton. Apalagi ini merupakan kapal tradisional,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, informasi awal yang diterima KSOP menyebutkan kapal tersebut mengangkut muatan jauh di atas kapasitas yang semestinya. Kondisi itu diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Meski demikian, Hendra memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material masih kami data dan akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah desa. Yang jelas, sembako itu rencananya akan dibagikan kepada masyarakat di Pulau Gili Ketapang,” katanya.
Pasca-kejadian, sejumlah kapal nelayan setempat bergerak melakukan evakuasi. Kapal Bahari Makmur berhasil ditarik ke tepi daratan, sementara sebagian muatan sembako masih dapat diselamatkan.
KSOP juga menyoroti masih rendahnya kepatuhan sebagian operator kapal terhadap aturan keselamatan pelayaran. Padahal, pihaknya mengaku hampir setiap hari mengingatkan nahkoda dan pemilik kapal di pelabuhan penyeberangan agar tidak memaksakan mengangkut muatan melebihi kapasitas.
“Kami terus mengingatkan para operator kapal agar tidak memaksakan kapasitas muatan. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena mengejar efisiensi atau alasan lain justru menimbulkan kecelakaan di laut,” tegas Hendra.
Saat ini, KSOP bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di jalur penyeberangan menuju Pulau Gili Ketapang.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius terkait pentingnya pengawasan kapasitas angkut kapal tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi laut bagi masyarakat pulau-pulau kecil di wilayah Probolinggo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemadaman Listrik Bergilir seJatim, PLN Berikan Penjelasan
- 2Sekolah Rakyat Probolinggo Tidak Menerima Murid Baru, 30 Siswa Digabung ke Pasuruan
- 3244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series
- 4Tol Gending-Besuki Beroperasi Akhir 2026
- 5Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro, 1 Penumpang Tewas
- 6Sering Pemadaman Listrik Siang Hari, Perajin Mebel Kota Pasuruan Minta DPRD Panggil PLN
- 7Pegawai DKP3 Kota Probolinggo Curi Dua Traktor Bantuan Pusat
- 8Remaja Nganjuk Bacok Wanita karena Cinta Ditolak dan Ditinggal Menikah
- 955 Titik Ngecas Mobil Listrik di Tol Trans Jawa
- 10Diduga Punya Utang Ratusan Juta, Jenazah Warga Sampang Ditahan Pemakamannya oleh Emak-Emak





