Jatim

OTT di Tulungagung, Bupati dan 12 Orang Diterbangkan ke KPK

Dhani Ramadani | 11 April 2026, 19:47 WIB
OTT di Tulungagung, Bupati dan 12 Orang Diterbangkan ke KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi.

AKURAT.CO, Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, sebanyak 12 pejabat, staf di lingkup Pemkab Tulungagung serta anggota DPRD diterbangkan menuju kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Setelah itu mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di KPK.

"Ada 13 orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, yaitu Bupati, dua belas orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dan satu orang merupakan pihak lainnya," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Baca: KPK OTT Bupati Tulungagung

Sebelumnya sejak Jumat (10/4/2026) malam hingga Sabtu (11/4/2026) pagi mereka telah menjalani pemeriksaan di Mapolres Tulungagung.

Berikut nama pejabat, staff dan anggota DPRD Tulungagung yang dibawa KPK:

1. Kabag Kesra, Makrus Manan.

2. Kabag Pemerintahan, Arif Efendi.

3. Kabag Umum, Yulius Rama Isworo.

4. Kabag Prokopim, Aris Wahyudiono.

5. Kepala Satpol PP Tulungagung, Hartono.

6. Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto.

7. Kepala BPKAD Tulungagung, Dwi Hari.

8. Kepala Bakesbangpol Tulungagung Agus Prijanto.

9. Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin.

10. Anggota DPRD Tulungagung, Jatmiko (adik kandung Bupati Gatut Sunu)

11. Ajudan Bupati Tulungagung, Dwi Yoga Ambal.

12. Staf Pemerintahan, Oki.

Sedangkan ada beberapa nama pejabat Pemkab Tulungagung yang tidak dibawa KPK, Di antaranya adalah:

1. Pj Sekda Tulungagung, Soeroto.

2. Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana.

3. Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni.

4. Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, Zuhrotul Aini.

Penyidik KPK juga telah menyisir Kantor Dinas PUPR di area Kantor Pemkab Tulungagung. Hingga saat ini, KPK belum menjelaskan secara rinci kasus yang menjerat OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.