Jatim

Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Probolinggo, 4 Orang Tewas

Raphel Aziza | 19 April 2026, 07:13 WIB
Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Probolinggo, 4 Orang Tewas
Kecelakaan beruntun di Probolinggo. (Raphel Aziza)

AKURAT.CO, Kecelakaan beruntun melibatkan 6 kendaraan terjadi di Jalan Raya Lumajang–Probolinggo, tepatnya di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tragis tersebut melibatkan 2 truk trailer, 2 mobil pikap bermuatan sayur, mobil sedan, dan minibus.

Menurut keterangan Umar, salah seorang warga setempat, sebelum kejadian kelima kendaraan tersebut melaju dari arah selatan (Lumajang) menuju utara (Kota Probolinggo).

Sesampainya di lokasi, ada kereta api yang hendak melintas sehingga palang pintu sudah tertutup. Saat itu ada satu truk trailer sudah berhenti,” ujarnya.

Namun nahas, dari arah belakang datang dua mobil pikap bermuatan sayur dan satu mobil sedan dengan kecepatan cukup tinggi. Ketiga kendaraan tersebut tidak sempat mengerem sehingga menabrak kendaraan di depannya.

“Truk trailer lain dari belakang juga tidak sempat mengerem, akhirnya dua mobil di depannya tergencet,” ungkap Umar.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis lantaran keempat korban meninggal dunia dalam kondisi terjepit di dalam bodi kendaraan yang ringsek akibat benturan keras.

Petugas gabungan bersama warga sekitar berupaya keras mengevakuasi para korban dari kendaraan yang saling bertumpuk.

Sementara itu, jenazah korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Moh. Saleh, Kota Probolinggo.

Pihak Satlantas Polres Probolinggo masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.