Jatim

Pegelaran Wayang Kulit Lakon "Amarto Binangun" Semarakkan Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan

Syukron Nuaim Hayat | 14 Februari 2026, 17:48 WIB
Pegelaran Wayang Kulit Lakon "Amarto Binangun" Semarakkan Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan

AKURAT.CO, Wali Kota (Walkot) Pasuruan, Adi Wibowo, (Mas Adi) mengajak warga mencintai dan melestarikan wayang kulit. Wayang kulit merupakan warisan budaya sekaligus tuntunan hidup.

Hal itu disampaikan Adi Wibowo saat menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan di Gedung Kesenian Darmoyudho, Jumat (13/2). Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan hingga selesai.

Adi Wibowo menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit kali ini mengusung lakon “Amarto Binangun” yang memiliki makna membangun negeri dan membangun nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dalam menatap masa depan Kota Pasuruan.

“Malam ini kita hadir dalam pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340. Judulnya Amarto Binangun, yang berarti membangun negeri dan membangun nilai. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya kita menatap masa depan,” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi ini menegaskan bahwa wayang bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Wayang kulit, merupakan bagian dari upaya nguri-uri budoyo atau melestarikan budaya warisan leluhur. Selain itu, wayang juga dikenal sebagai media dakwah yang dahulu digunakan para wali untuk menyampaikan pesan moral dan nilai kebaikan kepada masyarakat.

“Wayang ini kita lestarikan sebagai bagian dari warisan leluhur. Bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga tuntunan. Banyak pesan moral yang disampaikan melalui instrumen wayang ini,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Mas Adi menyampaikan terima kasih kepada para seniman, pendukung, dan tokoh senior yang terus istiqamah menjaga serta melestarikan budaya bangsa. Ia berharap semangat menjaga karakter dan jati diri bangsa melalui seni budaya terus diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.