Taman Kota Pasuruan Resmi Berganti Nama Jadi Taman Harmoni

AKURAT.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan resmi mengubah nama Taman Kota di Jalan Pahlawan menjadi Taman Harmoni. Penamaan ini diharapkan mencerminkan nilai sejarah, budaya, dan identitas Kota Pasuruan.
Perubahan nama itu disepakati dalam sebuah sarasehan yang digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Pasuruan, Kamis (5/2/2026). Sarasehan dihadiri Wali Kota Adi Wibowo, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Wakil Ketua DPRD, tokoh masyarakat, budayawan, sejarawan, camat, serta para kepala perangkat daerah.
Dari hasil diskusi dan kesepakatan bersama, ditetapkan bahwa Taman Kota diberi nama “Taman Harmoni”. Selain itu, gedung eks kantin di lingkungan kantor wali kota juga resmi berupa nama “Gedung Groedo”.
“Alhamdulillah, ini sudah lama menjadi obrolan, baik di internal Pemerintah Kota Pasuruan, masyarakat, di warung kopi, hingga ruang kajian di kampus. Kita berharap Kota Pasuruan dengan sejarah besarnya tetap bisa kita rawat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” kata Adi Wibowo.
Mas Adi, sapaan Adi Wibowo, menegaskan bahwa taman kota bukan sekadar ruang hijau, melainkan ruang publik yang memiliki sejarah panjang dan menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pemberian nama memiliki makna yang sangat penting karena mengandung doa dan harapan. Penamaan Taman Harmoni diharapkan menjadi jembatan sejarah antara masa lalu dan masa depan, agar generasi mendatang tidak terlepas dari akar budaya dan sejarah Kota Pasuruan.
“Kota Pasuruan dikenal sebagai kota multikultural dengan spirit religius yang kuat. Kita ingin menatap masa depan tanpa terpisah dari akar budaya dan sejarah, namun tetap siap menghadapi modernisasi,” katanya.
Selain itu, Mas Adi juga menambahkan pentingnya penamaan gedung eks kantin yang selama ini dikenal tanpa identitas khusus. “Gedung ini memiliki aspek historis. Dengan memberi nama yang tepat dan bermakna, tentu akan menambah nilai dan wibawa gedung tersebut,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa sarasehan ini menjadi ruang dialog bersama antara pemerintah, budayawan, dan sejarawan untuk merangkai nilai sejarah dan kearifan lokal dalam pembangunan Kota Pasuruan ke depan. Ia mengajak para budayawan dan sejarawan untuk bersama-sama menyampaikan gagasan, agar aspek historis dan masa depan Kota Pasuruan dapat berjalan selaras. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemotor 20 Tahun Tewas Kecelakaan Beruntun dengan Dua Truk di Sukorejo Pasuruan
- 2Hutan Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Kembali Terbakar
- 3Tiga Petugas Gugur Saat Padamkan Kebakaran di Bromo
- 4Misbakhun Minta Kader Golkar Kota Pasuruan Jaga Amanah Rakyat
- 5Ditinggal Semenit, Motor Kurir Ekspedisi dan Puluhan Paket Dicuri Maling di Grati Pasuruan
- 6Petugas Pemadam Karhutla Bromo yang Gugur Bertambah Jadi 4 Orang
- 7Perempuan Bobol Kios-kios di Pasar Prigen Pasuruan, Curi Jagung dan Kacang Hijau
- 8136 Burung Sitaan dari Pasar Gelap Dilepasliarkan di Hutan Tretes Pasuruan
- 9Parkir Non-tunai Segera Berlaku di Kota Pasuruan
- 10Warga Apresiasi Puluhan Kantor Kelurahan di Kota Pasuruan Buka Malam Hari





