Jatim

Pedagang Tempe Diserang 4 Pria Bercelurit di Probolinggo, Dibacok Lalu Motornya Dirampas

Raphel Aziza | 10 Juli 2026, 07:20 WIB
Pedagang Tempe Diserang 4 Pria Bercelurit di Probolinggo, Dibacok Lalu Motornya Dirampas
Lokasi pembegalan. (Raphel Aziza)

AKURAT.CO, Perjalanan Shofiudin (27), pedagang tempe asal Kelurahan Sumbertaman, Kota Probolinggo, menuju Pasar Bantaran berubah menjadi mimpi buruk. Pria tersebut menjadi korban pembegalan di Jalan Raya Mastrip, tepatnya di depan kompleks pemakaman Tionghoa, Kecamatan Wonoasih, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.

Kapolsek Wonoasih Kompol Lukman Hadi menjelaskan, korban berangkat sejak pagi dengan mengendarai sepeda motor yang membawa boks hijau berisi tempe dagangannya. Sebelum menuju Pasar Bantaran, korban sempat singgah di Pasar Krempyeng Jrebeng.

“Korban merupakan pedagang tempe. Dia berangkat dari Sumbertaman menuju Pasar Bantaran dan sempat berhenti di Pasar Krempyeng Jrebeng,” kata Kompol Lukman Hadi, Jumat (10/9/2026).

Usai melanjutkan perjalanan, korban awalnya tidak menyadari ada yang mengikutinya. Rasa curiga baru muncul ketika melintas di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) hingga mendekati jembatan di Jalan Raya Mastrip.

“Korban baru merasa dibuntuti setelah melewati kawasan RTH. Saat berada di sekitar jembatan, dua sepeda motor yang ditumpangi empat pelaku langsung memepet korban,” ujarnya.

Menurut Lukman, salah seorang pelaku kemudian menarik kunci kontak sepeda motor korban hingga kendaraan berhenti. Dalam hitungan detik, korban diserang menggunakan senjata tajam.

“Korban dibacok dua kali. Bacokan pertama mengenai helm, kemudian bacokan kedua mengarah ke bagian wajah. Beruntung korban menggunakan helm sehingga serangan tidak mengenai kepala secara langsung, meski helmnya sampai pecah,” jelasnya.

Di tengah kepanikan, telepon genggam milik korban yang disimpan di dalam helm terjatuh. Namun setelah kejadian, ponsel tersebut tidak lagi ditemukan.

“Handphone korban sempat jatuh saat terjadi pembacokan, tetapi setelah itu sudah tidak ada,” tambahnya.

Setelah melumpuhkan korban, para pelaku membawa kabur sepeda motor beserta boks berisi tempe yang masih berada di atas kendaraan. Karena suasana jalan masih lengang, tidak ada warga yang sempat memberikan pertolongan.

Korban akhirnya dievakuasi ke Puskesmas Wonoasih untuk mendapatkan perawatan medis sebelum membuat laporan ke Polsek Wonoasih.

Akibat peristiwa tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor yang menjadi sarana mencari nafkah. Polisi kini masih memburu empat pelaku yang diduga beraksi menggunakan dua sepeda motor.

“Kasus ini masih kami lakukan penyelidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan kami terus melakukan upaya untuk mengungkap identitas para pelaku,” pungkas Kompol Lukman Hadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.