Jatim

Perawat RSUD Waluyo Jati Probolinggo Ngaku Motornya Dirampas Begal Padahal Dijual

Raphel Aziza | 4 Juni 2026, 08:34 WIB
Perawat RSUD Waluyo Jati Probolinggo Ngaku Motornya Dirampas Begal Padahal Dijual
Korban melukai dirinya sendiri untuk memperkuat pengakuannya jadi korban begal. (Raphel Aziza)

AKURAT.CO, Nugroho Priyo Wicaksono, perawat RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengaku menjadi korban pembegalan. Ia mengaku dibacok pelaku dan motornya dirampas.

Berdasarkan pendalaman polisi, ternyata pembegalan itu palsu. Nugroho merekayasa cerita tersebut untuk menutupi penjualan sepeda motor milik ayahnya.

Kepada penyidik, Nugroho mengaku telah menjual sepeda motor Honda Beat tahun 2014 milik ayahnya kepada seseorang di wilayah Kraksaan dengan harga Rp1,5 juta. Keputusan itu diambil karena alasan ekonomi dan kebutuhan keluarga. Untuk menghilangkan kecurigaan keluarga terkait penjualan kendaraan tersebut, ia kemudian menyusun cerita seolah-olah menjadi korban begal.

Baca: Perawat Rumah Sakit Dibacok Begal di Probolinggo, Motornya Dibawa Kabur

Setelah menjual motor, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, ini membeli silet dan mendatangi kawasan di sekitar Jalan Wahidin Sudiro Husodo, tepatnya di sebelah timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kraksaan. Di lokasi tersebut, ia sengaja melukai bagian tangan dan kepalanya sendiri agar tampak seperti korban tindak kriminal.

“Saya membuat cerita palsu bahwa saya telah dibegal. Saya melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga,” ujar Nugroho dalam klarifikasinya kepada polisi, Rabu (3/6/2026).

Setelah melukai dirinya sendiri, ia meminta bantuan seorang warga yang tidak dikenalnya untuk mengantarkannya berobat ke Rumah Sakit Waluyojati Kraksaan. Kondisi luka yang dialaminya kemudian memperkuat cerita yang sebelumnya telah disusun.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, Nugroho memastikan bahwa tidak ada pelaku begal, tidak ada aksi perampasan kendaraan, dan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam skenario tersebut. Seluruh rangkaian kejadian, mulai dari penjualan kendaraan hingga cerita pembegalan, dilakukan seorang diri.

Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan dampak serius di tengah masyarakat. Selain menciptakan keresahan, informasi palsu juga berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban yang selama ini terjaga.

“Kami berharap masyarakat tidak membuat ataupun menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Kejadian seperti ini dapat menimbulkan keresahan dan memengaruhi situasi kamtibmas,” tegasnya.

Seperti diberitakan, seorang perawat di Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo, mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidomukti pada Senin (1/6/2026) pukul 22.00 WIB, dan motornya dirampas pelaku.

Polisi melalukan penyelidikan dan pengembangan. Selain mendatangi TKP, polisi juga mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi serta korban yang dirawat di rumah sakit.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.