Wisata Bromo Ramai Saat Libur Lebaran 2026, Namun Pemasukan Jasa Jip Turun

AKURAT.CO, Wisata Gunung Bromo tetap dipadati wisatawan selama libur Lebaran 2026. Jip hilir mudik, antrean terlihat, dan kunjungan tak pernah benar-benar sepi. Namun di balik keramaian itu, pelaku usaha jil justru mengeluh pemasukan tak lagi segemuk tahun lalu.
Fenomena “ramai tapi kering” kini dirasakan langsung oleh pelaku jasa wisata di kawasan Bromo, Kabupaten Probolinggo. Umam, salah satunya, menyebut permintaan masih ada dan armada tetap terisi, tapi intensitasnya menurun dibanding Lebaran tahun sebelumnya.
“Orderan masih jalan, anak-anak tetap muat semua. Tapi kalau dibanding tahun lalu, jauh lebih ramai kemarin,” kata pemilik persewaan Jip Bromo Day ini, Selasa (24/3/2026).
Indikator paling terasa ada pada frekuensi closing atau penutupan pemesanan karena membludaknya permintaan. Tahun lalu, kondisi itu terjadi hampir setiap hari. Kini? Jauh berkurang.
“Tahun lalu hampir tiap hari closing. Sekarang sampai hari ini baru empat hari,” ungkapnya.
Penurunan ini belum sepenuhnya terjawab. Namun Umam menduga ada faktor besar di baliknya—mulai dari tekanan ekonomi hingga momentum Hari Raya Nyepi yang beririsan dengan Idulfitri.
“Belum tahu pastinya, mungkin karena ekonomi global atau efek Nyepi bareng Lebaran,” katanya.
Sementara itu, pelaku lain, Adi, pemilik Jip Letsgo Bromo di Sukapura, menilai jumlah wisatawan sebenarnya masih stabil. Bahkan, keramaian tetap terasa.
“Pengunjung tetap ramai, saya rasa hampir sama,” ujarnya.
Namun, ada perbedaan mencolok dari sisi manajemen kunjungan. Tahun ini, tidak ada lagi kemacetan panjang di pintu masuk seperti sebelumnya.
“Sekarang tidak macet di tiket masuk, penanganannya cepat. Dulu macet karena proses tiket lama,” jelasnya.
Di tengah dinamika itu, profil wisatawan juga berubah. Mayoritas pengunjung didominasi wisatawan domestik, terutama pemudik dari kota besar yang menyempatkan diri singgah ke Bromo sebelum kembali.
“Lokal, tapi dari jauh. Jakarta, Bandung. Mereka mudik, sebelum balik mampir ke Bromo,” katanya.
Adi menambahkan, komposisi wisatawan saat ini sekitar 70 persen lokal, 20 persen Asia, dan 10 persen Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







