Jatim

Kampung Budaya Polowijen disebut Sebagai Representasi Klasik Kota Malang

M. Rafix | 7 Februari 2026, 22:07 WIB
Kampung Budaya Polowijen disebut Sebagai Representasi Klasik Kota Malang

AKURAT.CO, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, berpandangan Kota Malang kini sejajar dengan sejumlah kabupaten di provinsi Bali dalam hal kunjungan wisata berbasis budaya. Menurut Ali Muthohirin, kota Malang tidak hanya menawarkan wisata alam dan perkotaan, tetapi juga kekayaan heritage yang berakar kuat pada sejarah.

"Kampung Budaya Polowijen disebut sebagai representasi masa klasik Kota Malang, sementara Kampung Heritage Kajoetangan menjadi penanda kuat periode kolonial," kata Ali Muthohirin saat menerima kunjungan resmi wakil bupati Karangasem, Bali, Pandu Prapanca Lagosa beserta rombongan, di balai kota Malang, Kamis (5/2/2026).

Turut mendampingi rombongan Wabup Karangasem, Ketua Tim Penggerak PKK kota Malang sekaligus istri Wakil Wali Kota Malang, Hani Farida, asisten Perekonomian dan Pembangunan, Diah Ayu Kusumawardani, asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suparno. Kemudian Kepala Disporapar Baihaqi, Kepala Dikbud Suwarjana, Kepala Diskominfo M. Nur Widianto, Camat Blimbing I Ketut Widi Eika Wirawan, Lurah Polowijen Qurrota Purbo Wardana, serta penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang.

Diketahui, Wakil Bupati Karangasem, Bali, Pandu Prapanca Lagosa, melakukan napak tilas leluhur Empu Purwa—tokoh pandita sakti pada masa Kerajaan Singhasari—yang diyakini sebagai leluhur masyarakat Pasek di Karangasem.

"Rencana kunjungan ke Kampung Budaya Polowijen ini bukan sekadar lawatan seremonial, melainkan perjalanan batin untuk menautkan kembali akar sejarah, persaudaraan, dan peradaban Nusantara," kata Pandu Prapanca Lagosa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.