Jatim

UMKM Mamin di Pasuruan Merugi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir Berjam-jam

Dhani Ramadani | 21 Juni 2026, 09:55 WIB
UMKM Mamin di Pasuruan Merugi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir Berjam-jam
UMKM mamin di Pasuruan merugi imbas pemadaman listrik bergilir. (Dhani Ramadani)

AKURAT.CO, Pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN (Persero) di sejumlah titik di Jawa Timur selama sepekan terakhir memicu kerugian besar. Sektor ekonomi rakyat kecil seperti pedagang kuliner kaki lima, UMKM, hingga pekerja kreatif serentak mengeluh karena listrik padam mendadak tanpa pemberitahuan awal.

UMKM mamin misalnya, harus merugi karena bahan-bahan baku mentah yang dibekukan menjadi rusak imbas pemadaman listrik berjam-jam. Salah satunya para UMKM mamin di wilayah Pasuruan.

Wulan (37) terpaksa membuang bahan makanan segar karena kulkas mati dan isinya membusuk saat jam ramai pembeli. Bahan-bahan mentah seperti ikan, udang, terpaksa dibuang karena membusuk.

"Pemadamannya kan lama. Sehingga stok-stok di freezer itu jadi basi," ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Hal yang sama dikeluhkan pekerja digital printing yang menjadi kewalahan mengejar tenggat karena listrik padam di waktu krusial. "Kalau nggak ada listrik yang nggak kerja," ujar pekerja.

Kondisi ini memicu kritik masyarakat yang menilai kebijakan pemadaman sepihak tersebut mencederai rasa keadilan. Bahkan, di beberapa sosial media pemberitaan di Pasuruan yang membahas pemadaman listrik, para netijen menyoroti sikap PLN yang cepat memutus aliran jika token habis atau telat bayar, tapi lepas tanggung jawab saat pemadaman berhari hari merusak usaha warga tanpa kompensasi.

"Pelanggan telat bayar sehari saja langsung diputus tanpa ampun. Token telat langsung berisik bunyinya. Giliran pemadaman berjam-jam tanpa informasi dan seenaknya," komentar mayoritas netizen.

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur angkat bicara terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya, Surabaya dan Gresik, Pasuruan Raya dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan setrum pelat merah itu menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang dialami masyarakat tersebut.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jatim Dana Puspita Sari mengatakan pemadaman tersebut merupakan dampak dari pekerjaan penguatan sistem kelistrikan yang sedang berlangsung.

"Dalam rangka menjaga keandalan sistem kelistrikan dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, PLN UID Jatim saat ini tengah melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan," ujar Dana melalui keterangan tertulisnya.

Dana menyebut, demi mendukung proses pengerjaan tersebut, pasokan listrik di sejumlah lokasi terdampak harus dihentikan sementara waktu.

"Untuk mendukung pekerjaan tersebut, diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi terdampak selama proses pekerjaan berlangsung," jelasnya.

Lebih lanjut, perusahaan pihaknya berjanji akan terus memberikan informasi terkait perkembangan proses pemulihan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.