Jatim

"Ngetren" di Pasuruan, Habis Jual Motor Ngaku Dibegal

Syukron Nuaim Hayat | 20 Juni 2026, 15:52 WIB
"Ngetren" di Pasuruan, Habis Jual Motor Ngaku Dibegal
Ilustrasi. (ChatGBT)

AKURAT.CO, Pengakuan konyol warga soal pembegalan terjadi lagi di Pasuruan. Seorang pria dilaporkan menjadi korban begal padahal habis pesta miras dan berkelahi dengan temanya.

Peristiwa terjadi pada Senin (15/6/2026). Pria berinisial NK (34), Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, dilarikan beberapa orang ke Puskesmas Wonorejo dalam keadaan pingsan, pukul 02.00 WIB. Korban mengalami luka lecet di kepala disebut merupakan korban pembegalan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dirujuk ke RS Prima Husada Sukorejo, dan pihak puskesmas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonorejo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan hasilnya ternyata bukan korban pembegalan.

Baca: Cerita Konyol Pemuda Pasuruan Ngaku Dibegal Padahal Motor Dijual Buat Bayar Utang

"Habis diajak minum minuman keras bersama tiga orang temannya di warung Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Luka lecet didapat karena bertengkar dengan temannya setelah minum-minuman keras," terang Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno, Sabtu (20/6/2026).

Motor Yamaha Vixion milik NK telah digadaikan ke temannya Rp2.5 juta. Setelah menggadaikan motor, NK pesta miras bersama beberapa temannya.

"NK sudah meminta maaf lewat video. Ia mengaku bukan korban begal," pungkas Joko.

Pengakuan pura-pura dibegal pernah dilakukan pemuda berinisial MNA (20) warga Dusun Jurangcambah, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku dibegal dan motornya dibawa kabur pelaku, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Cerita konyol itu dikarang MNA. Ia mengaku dibegal tiga pria bercelurit. Pelaku merampas motor Honda Vario biru tahun 2022 bernopol N 4015 TEA miliknya.

Pengakuan itu mengundang simpati warga. Warga merekam pengakuannya dan videonya viral.

Namun pengakuan palsu itu terungkap setelah polisi melakukan penelusuran dan menemukan fakta berbeda. Motor yang disebut dirampas begal ternyata dijual kepada seorang warga Pasrepan bernama Sodik dengan harga Rp7,5 juta.

"Sepeda motor itu dijual sendiri seharga Rp7,5 juta. Setelah menerima uang, ia diantar oleh rekannya menggunakan sepeda motor lain dan diturunkan di sekitat lokasi pembegalan yang ternyata palsu," kata Joko Suseno.

Setelah akal bulusnya terungkap, MNA menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf terbuka. Ia mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah rekayasa.

“Berita itu tidak benar. Itu hanya cerita rekayasa belaka saya saja. Faktanya kendaraan bermotor saya jual untuk kebutuhan utang piutang,” ucapnya dalam video.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.