Jatim

Dapur SPPG yang Mengakibatkan 200 Siswa Surabaya Keracunan MBG Ditutup Sementara

Dhani Ramadani | 12 Mei 2026, 22:55 WIB
Dapur SPPG yang Mengakibatkan 200 Siswa Surabaya Keracunan MBG Ditutup Sementara
Ilustrasi.

AKURAT.CO, Dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh, Surabaya, ditutup sementara imbas keracunan yang mengakibatkan 200 siswa dan guru keracunan massal. Penutupan dapur SPPG itu terkait proses penyelidikan dan hasil laboratorium.

Wakil Koordinator Regional Jatim BGN, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan kasus ini menjadi insiden pertama SPPG bermasalah di Surabaya sejak program MBG berjalan.

"Dari informasi yang sudah terdapat info, kami langsung ke sini menindaklanjuti dan evaluasi. Kami arahkan jeda distribusi yang berkelanjutan sesuai dengan dari Bu Kepala SPPG (Bubutan Tembok Dukuh) sudah dijelaskan," kata Teguh kepada wartawan di dapur SPPG tersebut.

Saat ini operasional dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

"Kami akan evaluasi dahulu, kami tindak lanjuti, setelah itu kami masih tutup dulu dapur ini sementara waktu," jelasnya.

Sementara itu menu MBG yang disantap siswa hingga mengalami keracunan yakni nasi, sayur wortel dan buncis, tahu goreng, daging krengsengan, dan empat potong jeruk.

Pada menu MBG tersebut yang menjadi keluhan adalah pada masakan daging. Daging dimasak dengan bumbu krengsengan. Nabila, salah satu siswa korban keracunan kelas 5 SDN Tembok Dukuh mengaku telah menghabiskan MBG. Setelah itu dia merasa pusing.

"Lauknya daging sapi, sayur, jeruk, nasi. Habis, tahunya saja nggak habis. Habis makan pusing, mules, perut sakit. Sama sekolah disuruh ke sini," kata Nabila.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.