Menko Zulhas: Dapur MBG Tak Sesuai Standar Langsung Kita Tutup

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti serius pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, tidak ada ruang kompromi bagi dapur penyedia yang gagal memenuhi standar gizi.
Pesan itu disampaikan langsung saat Zulhas melakukan peninjauan lapangan di Kota Probolinggo, Jumat (24/4/2026). Ia memastikan, pemerintah siap mengambil langkah tegas hingga penghentian operasional dapur jika kualitas makanan tidak sesuai ketentuan.
“Kalau tidak sesuai standar, langsung kita tutup. Ini soal kesehatan anak-anak, tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, Zulhas meninjau sejumlah aspek sekaligus, mulai dari harga bahan pokok, kondisi ketahanan pangan, hingga implementasi MBG di sekolah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sejalan dengan tujuan peningkatan gizi siswa.
Salah satu titik yang dikunjungi adalah SMA Negeri 1 Kota Probolinggo. Di lokasi itu, Zulhas mengecek langsung sajian makanan yang diterima siswa. Ia menekankan, setiap menu wajib mengandung gizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu.
Menurutnya, kualitas makanan menjadi indikator utama keberhasilan program MBG. Karena itu, pengawasan akan terus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
Meski pengawasan diperketat, Zulhas menyebut belum ditemukan pelanggaran di Kota Probolinggo. Namun, ia memastikan evaluasi akan terus berjalan untuk mencegah potensi penurunan kualitas di lapangan.
Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 27 dapur MBG yang aktif beroperasi. Seluruhnya diawasi langsung oleh Satuan Tugas MBG guna menjaga standar pelayanan.
“Kami pastikan semua dapur dalam kontrol. Jika ada yang tidak memenuhi standar, akan langsung kami tindak,” katanya.
Pemkot juga memberi ruang kepada sekolah untuk menyampaikan evaluasi terhadap menu makanan. Namun, Zulhas mengingatkan agar mekanisme tersebut tidak dijadikan bahan konten yang berpotensi memicu polemik di masyarakat.
Dengan pengawasan berlapis dan ancaman sanksi tegas, pemerintah berharap program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan jaminan gizi bagi siswa serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.l
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemadaman Listrik Bergilir seJatim, PLN Berikan Penjelasan
- 2Sekolah Rakyat Probolinggo Tidak Menerima Murid Baru, 30 Siswa Digabung ke Pasuruan
- 3244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series
- 4Tol Gending-Besuki Beroperasi Akhir 2026
- 5Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro, 1 Penumpang Tewas
- 6Sering Pemadaman Listrik Siang Hari, Perajin Mebel Kota Pasuruan Minta DPRD Panggil PLN
- 7Pegawai DKP3 Kota Probolinggo Curi Dua Traktor Bantuan Pusat
- 8Remaja Nganjuk Bacok Wanita karena Cinta Ditolak dan Ditinggal Menikah
- 955 Titik Ngecas Mobil Listrik di Tol Trans Jawa
- 10Diduga Punya Utang Ratusan Juta, Jenazah Warga Sampang Ditahan Pemakamannya oleh Emak-Emak








