Jasa Penukaran Uang Baru di Pasuruan Lesu

AKURAT.CO, Mendekati Idulfitri jasa penukaran uang baru di Kota Pasuruan dalam kondisi lesu. Para penjual jasa penukaran uang baru menduga hal ini karena semakin lesunya kondisi perekonomian masyarakat.
Udin salah satu penjual jasa tukar uang baru di tepi jalan Kota Pasuruan mengatakan, jika di tahun sebelumnya menjelang Idulfitri dirinya bisa meraup laba kotor sekitar Rp 20 juta perharinya. Namun, saat ini ia baru mengumpulkan omzet sekitar Rp 10 juta sejak semingguan ia membuka lapak.
"Waduh sekarang sangat sepi yang tukar uang baru. Biasanya H-5 gini sudah bisa mengumpulkan sampai Rp 20 jutaan sehari," katanya, Selasa (17/3/2026).
Padahal, menurutnya ia dan jasa penukaran uang baru lainnya tidak menaikkan tarif jasa.
"Jasanya masih sama dengan tahun kemarin," katanya.
Sebenarnya menurut Udin sepinya jasa yang ia buka sudah jauh hari ia prediksi. Ia memahami kondisi perekonomian negara saat ini tidak baik-baik saja.
Masyarakat yang menukarkan uangnya pun hanya dalam jumlah kecil. "Paling banyak yang tukar sebesar Rp 3 juta. Lainnya kebanyakan hanya tukar ratusan ribu sampai 1 juta," jelasnya.
Hal itu berdampak penyediaan stok yang tidak banyak. "Bawa uang barunya tidak banyak-banyak karena sepi yang tukar," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





