Ansor Jatim Tegaskan Sikap Dukungan Kepada Menag Lawan Politisasi Agama

Surabaya - Beragam reaksi atas pernyataan tegas Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas tentang Himbauan agar menjauhkan bangsa dan republik ini dari Politik Identitas bermuatan SARA mendapat respon dari Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur.
Ketua PW GP Ansor Jatim H. Syafiq Syauqi, Lc meminta semua pihak cermat dan menangkap pesan penting kebangsaan dari statement yang disampaikan Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas, Senin (02/10).
Gus Syafiq menjelaskan bahwa selaku Menteri Agama RI yang terlahir dari basis kaderiasi Gerakan Pemuda Ansor, pesan Gus Yaqut tersebut dinilainya sebagai sikap yang lahir dari basis Ideologi Kebangsaan Ansor yang kuat.
Disebutnya bahwa sejak kali pertama dilahirkan, Kader Ansor selalu istiqomah untuk menjaga dan memelihara nilai kebangsaan agar tetap kokoh dan lestari dalam bumi pertiwi.
"Pesan Gus Yaqut harus kita dudukan pada semangat kolektif anak bangsa untuk tidak terjebak dan bermain dalam politik identitas bernuansa SARA yang sudah menjadi kajian akademik sebagai salah satu bagian perusak sendi-sendi kebangsaan kita" Terang Gus Syafiq.
Politik SARA dan Identitas disebut oleh Gus Syafiq sebagai sesuatu yang tidak hanya bid'ah tapi juga haram untuk diterapkan dalam konteks demokrasi Pancasila.
"Politik SARA dan identitas itu tidak hanya Bid'ah tapi juga haram untuk dilakukan dalam kehidupan demokrasi di negri yang berbhineka ini. Bhineka Tunggal Ika akan terancam jika permainan politik kotor ini tidak kita cegah dengan tegas. Ini Prinsip yang harus kita pegang kuat" Tegasnya.
Untuk itu dirinya meminta kepada semua pihak untuk tidak 'baper' atas pesan Gus Yaqut Cholil Qoumas yang disebutnya sebagai pesan moral kebangsaan seorang Menteri Agama RI.
"Saya perlu ingatkan kembali bahwa Perlawanan terhadap Politik Identitas dan SARA yang mengancam kebhinekaan kita sebagai sebuah bangsa adalah amanat ideologis bagi seluruh Kader Ansor. Garis Perlawanan ini senada dengan gerakan bersama seluruh komponen bangsa termasuk seluruh partai politik yang semuanya berkomitmen untuk menolak Politik Identitas. Jadi Narasi Gus Men adalah Narasi Kolektif seluruh komponen Bangsa dalam melawan Politisasi Agama, Kita Back Up penuh" Pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Harga BBM Pertamina Pertengahan Agustus 2026
- 2Anggota Kodim Probolinggo Meninggal Kecelakaan Saat Pulang Tugas Pemadaman Karhutla Bromo
- 3Upacara 17 Agustuaan Dilarang Digelar di Bromo Pascakebakaran
- 4Seorang Istri di Lumajang Potong Alat Kelamin Suami karena Cemburu
- 5Bromo Belum Buka Pascakebakaran, Mata Pencaharian Warga Jadi Perhatian
- 6Wali Kota Pasuruan Kukuhkan 74 Paskibraka
- 7Geger Bayi Laki-Laki Ditemukan Dalam Laci Rombong Cilok di Tongas Probolinggo
- 8Walkot Pasuruan Serahkan Remisi Napi hingga Beri Hadiah Bayi yang Lahir di HUT ke-81 RI
- 9Kabar Baik Bagi Pelancong! Wisata Bromo Kembali Dibuka 20 Agustus 2026
- 10Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Mulai 1 Maret 2026






