Komunitas Cosplay Malang Suguhkan Kreatifitasnya di Kampung Warna-Warni Jodipan

AKURAT.CO, Kota Malang sebagai kota kreatif dunia yang masuk dalam jaringan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) memiliki ruang ekspresi yang cukup banyak. Dengan dukungan infrastruktur seperti gedung Malang Creative Center (MCC), ruang terbuka diantaranya taman, koridor Kayutangan, kampung-kampung tematik, bisa dijadikan panggung untuk menuangkan ekspresi dan kreatifitasnya.
Salah satu kampung tematik, yakni Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ), belum lama ini menjadi ruang ekspresi komunitas Cosplay. Mereka menyuguhkan karya kreasinya, mulai menari, fashion show dengan mengenakan pakaian ala Jepang. Gang jalan berlorong pun dimanfaatkan sebagai catwalk. Hal yang unik dari mereka adalah mementaskan tari Beskalan sebagai seni tradisi khas Malang.
Ketua Offering Cosplay Malang, Vinola menuturkan, anggota komunitas penyuka Cosplay di Malang umumnya tergabung dalam 2 kelompok besar, yakni Cosuki dan Cosmo.
"Untuk Cosuki Malang, adalah komunitas yang eksis sejak 2007. Mereka secara rutin menggelar pertemuan mingguan. Sementara, Cosplay Malang Omoshiroi (Cosmo) adalah komunitas yang telah memiliki anggota aktif dan menyediakan wadah untuk berbagi informasi, serta memfasilitasi transaksi jual beli kostum dan jasa terkait Cosplay," terang Vinola ditemui di KWJ, kota Malang, belum lama ini.
Dikatakan Vinola, komunitas ini menggemari Cosplay atau berbusana menirukan tokoh anime, manga atau game Jepang. Cosplay Kabaret tidak hanya memakai kostum atau make up menyerupai anime. Tapi juga bermain peran, yakni memerankan suatu cerita dalam drama, sehingga seseorang harus benar-benar mendalami tokoh tersebut.
"Cosuki seringkali mendapat undangan untuk mengisi atau meramaikan event. Kadang mereka diundang untuk perform dengan memerankan suatu adegan dalam anime sesuai karakter para tokoh," ujarnya.
Tercatat 33 Cosplayer yang terlibat dalam pementasan di KWJ. Adapun tema yang diusung para Cosplayer adalah 'Persahabatan dalam Ruang Kegembiraan'. Ditegaskan Vinola, komunitas ini meskipun orang Indonesia asli, namun juga belajar dengan dunia luar.
"Para Cosplayer ini sebenarnya adalah duta diplomatik kebudayaan yang juga belajar bahasa busana dan budaya mereka. Jadi, jangan takut dan ragu berbusana Cosplay karena misi kita pertukaran budaya dengan luar negeri," terang Vinola.
Ketua Pokdarwis KWJ, Agus Kodar mengapresiasi komunitas Cosplay yang menyuguhkan kreatifitasnya di ruang publik KWJ.
Selama ini, di KWJ kerap datang beberapa komunitas yang unjuk kreatifitasnya, diantaranya komunitas tari, batik, band musik, fashion show, dan masih banyak lagi.
"Ini komunitas Cosplay pentas di KWJ dengan konsep fashion yang berbeda. Seolah seperti karnaval di dalam kampung. Bagi kami, event itu sebagai bonus hiburan ratusan wisatawan yang berkunjung di KWJ," kata Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





