Tenang! Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tidak Naik Selama 2026

AKURAT.CO, Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meski harga minyak dunia terus merangkak naik di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, keputusan tersebut telah dihitung berdasarkan simulasi harga minyak hingga level USD100 per barel sampai akhir tahun.
“BBM yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami sudah hitung anggarannya masih cukup,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2036), dirilis AKURAT.CO.
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi fiskal jika harga minyak bergerak di kisaran USD80 hingga USD100 per barel.
Salah satu bantalan utama, lanjut Purbaya, berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mengandalkan tambahan penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk kenaikan pendapatan dari harga minyak dan batu bara global.
"Nantinya, setiap kenaikan harga minyak sebesar USD1 per barel akan menambah kebutuhan subsidi sekitar Rp6,8 triliun. Karena itu, efisiensi belanja kementerian dan lembaga juga mulai diperketat agar defisit APBN tetap terjaga di level 2,92%," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





