Tukang Cukur Rambut Diserbu Warga Jelang Lebaran

AKURAT.CO, Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi musiman mulai menggeliat di Kota Pasuruan. Salah satu yang paling terlihat adalah lonjakan pelanggan di jasa pangkas rambut, khususnya di kawasan Pasar Kebonagung.
Deretan lapak cukur rambut di pasar tersebut nyaris tak pernah sepi. Kursi pelanggan terus terisi, bahkan antrean mengular hingga ke luar area stan. Para tukang cukur pun harus memaksimalkan tenaga demi melayani banyaknya warga yang ingin tampil rapi saat hari raya.
Ahmad, salah satu warga, mengaku kesulitan mendapatkan jadwal potong rambut karena tingginya permintaan. "Iya saya mau pesan sudah close hingga malam takbiran," katanya, Kamis (19/3/2026).
Fenomena serupa juga terlihat di kawasan Jalan Erlangga atau Wironini, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Sejak pagi hingga malam, sejumlah barber shop dipadati pelanggan yang rela menunggu giliran demi penampilan maksimal saat lebaran.
Menariknya, sejumlah tempat pangkas rambut di wilayah ini mulai menerapkan sistem booking atau reservasi. Langkah ini dilakukan untuk mengatur lonjakan pelanggan sekaligus menghindari antrean yang terlalu panjang.
Hanz, salah satu tukang cukur di Pasar Kebonagung, menyebut jumlah pelanggan meningkat signifikan dibanding hari biasa. Dalam sehari, ia mampu melayani hingga puluhan orang.
"Kalau saya hanya 30 sampai 35 kepala saja. Tapi teman-teman yang lain ada yang sampai 50 kepala lebih, itu bukanya sampai jam 12 malam," ujarnya.
Lonjakan tersebut juga berdampak pada peningkatan pendapatan. Hanz mengatakan omzet yang diperoleh bisa melonjak hingga dua kali lipat, tergantung jumlah pelanggan yang dilayani.
"Iya jelas meningkat. Kalau kuat menerima pengunjung terus bisa 100 persen lebih, tergantung kekuatan," tambahnya.
Peningkatan permintaan turut diikuti dengan penyesuaian tarif. Jika biasanya harga potong rambut sekitar Rp25 ribu, kini naik menjadi Rp30 ribu. Meski begitu, minat masyarakat tetap tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






