Pemkot Pasuruan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

AKURAT.CO, Pemerintah Kota Pasuruan memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gradhika, Selasa (10/3/2026).
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
“Momentum menjelang Idul Fitri 1447 H sangat penting bagi kita untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah harus memastikan pasokan pangan tersedia dan distribusi berjalan lancar agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” ujar Mas Adi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi di Kota Pasuruan pada Januari hingga Februari 2026 antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta daging ayam ras.
Untuk mengantisipasi potensi gejolak harga, Pemkot Pasuruan memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui empat pilar utama (4K), yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.
“Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar murah, gerakan pangan murah lintas instansi, pemantauan harga bahan pokok di pasar, serta penguatan kerja sama antar daerah dalam penyediaan pasokan pangan,” jelas Mas Adi.
Sementara itu, data Bulog menunjukkan ketersediaan stok pangan di Kota Pasuruan dalam kondisi aman. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kompleks Pergudangan Kebonagung tercatat mencapai 10.021 ton. Selain itu, tersedia minyak goreng Minyakita kemasan 1 dan 2 liter sebanyak 53.776 liter, serta minyak goreng premium merek Sania dan Befood sebanyak 7.533 liter.
Bulog juga memperkuat stok melalui pengadaan Beras ADA DN, GKP DN 2026, serta Jagung Kering Pipil (JKP) DN 2026 hingga Desember mendatang.
Mas Adi mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.
“Alhamdulillah stok pangan ke depan aman dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan. Ini penting agar masyarakat tetap tenang, terutama selama Ramadan dan masa Idul Fitri 1447 H. Sinergi, kolaborasi, dan koordinasi harus terus diperkuat agar layanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Selain membahas pengendalian inflasi dan ketersediaan pangan, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan capaian digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Pasuruan pada Semester II Tahun 2025 tercatat mencapai 99,3 persen, menempatkan Kota Pasuruan pada posisi kedua di Jawa Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, perwakilan BPS Kota Pasuruan, Bank Indonesia Malang, serta para pemangku kepentingan terkait. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






