Jatim

Jajanan Tradisional Masih Diminati, Jelang Lebaran Pedagang Banyak Pesanan

Eko Krisyanto | 4 Maret 2026, 22:01 WIB
Jajanan Tradisional Masih Diminati, Jelang Lebaran Pedagang Banyak Pesanan
Jananan tradisional masih diminati di tengah banjir kue-kue kekinian. Apalagi menjelang Lebaran, jajanan tradisional diburu pembeli.

AKURAT.CO, Jananan tradisional masih diminati di tengah banjir kue-kue kekinian. Apalagi menjelang Lebaran, jajanan tradisional diburu pembeli.

Tutik Dwi Suprapti (60), penjual jajanan tradisional di Dusun Kedungbendo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mengatakan jajanan tradisional punya pangsa pasar sendiri. Karena itu ia bertahan 25 tahun.

"Saya tidak pernah kekurangan pembeli. Apalagi menjelang Lebaran, banyak pesanan," katanya, Rabu (4/3/2026).

Tutik menjual jajanan seperti satru, semprit, ting ting kacang, sagon, ting ting wijen, keciput juga opak gambir. Pada bulan Ramadan, pesanan semakin banyak, baik dari dalam kota maupun luar kota.

"Untuk jajan lebaran, ramai pesanan. Jawa Timur ya seperti Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo dan Surabaya. Ada juga pesanan dari Bali dan Sulawesi," imbuhnya.

Di antaranya aneka kue jadul yang ia jual, kue satru paling laris. Di awal Ramadan, ia sudah menghabiskan 7 ton satru.

Harga kue jadul di tempat ini relatif terjangkau. Satru Rp44.000/kg, semprit Rp47.000/kg, sagon Rp52.000/kg. Ting ting wijen Rp47.000, keciput Rp47.000 dan opak gambir Rp53.000.

"Saya dibantu tiga anak dan empat karyawan, setiap hari buat jajanan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.