Jatim

Petasan Meledak di Rumah Warga Jombang, Lima Remaja Terluka

Dhani Ramadani | 14 Maret 2026, 16:22 WIB
Petasan Meledak di Rumah Warga Jombang, Lima Remaja Terluka
Lokasi ledakan. (Istimewa)

AKURAT.CO, Sebuah ledakan hebat bersumber dari bubuk petasan menggoncang rumah di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jumat malam (13/3/2026). Dalam kejadian itu lima remaja mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh mereka akibat ledakan tersebut.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di teras rumah milik seorang warga berinisial LA. Menurut keterangan pihak kepolisian, ledakan terjadi saat para korban diduga tengah merakit petasan secara mandiri.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah laporan diterima. “Seluruh korban saat ini sudah berada dalam penanganan medis di RSUD Jombang karena mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar AKP Dimas pada Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan data kepolisian, kelima korban adalah BR (15), MZT (15), ARA (18), dan WFR (17), keempatnya merupakan warga Desa Pucangro, serta KB (17), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro. Saat ini kelimanya masih dirawat intensif di RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.

Ledakan tidak hanya melukai korban, namun juga merusak struktur bangunan rumah milik LA. Atap asbes rumah hancur dan kaca jendela pecah berantakan akibat kekuatan ledakan tersebut. Warga sekitar sempat melakukan upaya pemadaman mandiri dengan menyiramkan air untuk menghindari kemungkinan adanya ledakan susulan

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan penyisiran dan memasang garis polisi di sekitar area tersebut. Sejumlah barang bukti diamankan yang memperkuat dugaan bahwa para korban tengah merakit petasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.