Jatim

Kunjungan Wisata Gunung Bromo Didominasi Lewat Malang di Akhir Pekan, Ini Sebabnya

Raphel Aziza | 18 Juli 2026, 21:24 WIB
Kunjungan Wisata Gunung Bromo Didominasi Lewat Malang di Akhir Pekan, Ini Sebabnya
Kawasan TNBTS. (Raphel Aziza)

AKURAT.CO, Arus kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada akhir pekan masih didominasi melalui pintu masuk Kabupaten Malang. Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi pilihan tersebut adalah banyaknya pilihan hotel dan penginapan di wilayah Malang dibandingkan kawasan sekitar pintu masuk Probolinggo.

Diah, wisatawan domestik asal Tuban, Jawa Timur, mengaku sengaja memilih jalur Tumpang, Kabupaten Malang, saat berwisata ke Gunung Bromo bersama rombongannya. Menurutnya, keputusan itu bukan karena akses menuju Bromo, melainkan karena fasilitas akomodasi di Malang dinilai lebih lengkap dan beragam.

“Rombongan kami memang mau ke Bromo, tapi akhirnya lewat Tumpang, Malang. Soalnya hotel di Malang lebih banyak dan bagus-bagus. Kalau di Probolinggo menurut saya pilihannya tidak sebanyak di Malang,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Meski demikian, pelaku usaha jasa perjalanan wisata memiliki pandangan berbeda. Pengusaha travel Bromo Day, Choirul Umam, mengatakan banyak wisatawan memang mengenal Malang sebagai daerah dengan pilihan destinasi penunjang dan akomodasi yang lebih beragam. Hal itu membuat jalur Malang terlihat lebih ramai. Namun, menurutnya, dari sisi operasional perjalanan wisata, pintu masuk Probolinggo justru masih menjadi pilihan banyak agen perjalanan, terutama untuk rombongan wisata.

“Kalau akses menuju Bromo, jalur Probolinggo lebih landai dan nyaman dilalui. Hotel di Probolinggo juga sebenarnya banyak yang bagus, hanya memang jumlahnya tidak sebanyak di Malang,” katanya.

Ia menambahkan, banyak biro perjalanan skala besar lebih memilih transit melalui Probolinggo karena biaya perjalanan relatif lebih terjangkau. Selain itu, wisatawan juga dapat langsung menuju kawasan Bromo tanpa harus menginap.

“Kalau lewat Probolinggo lebih efisien. Biayanya lebih murah dan banyak tamu yang memilih berangkat dini hari, sehingga tidak perlu menginap,” jelasnya.

Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) membenarkan bahwa kunjungan wisata pada laporan harian terakhir didominasi melalui pintu masuk Malang. Kasi Humas BB-TNBTS Hendra saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/7/2026) malam menyampaikan bahwa berdasarkan laporan harian yang diterimanya, jumlah wisatawan terbanyak masuk melalui pintu Malang.

“Untuk laporan harian tadi malam, kunjungan memang didominasi dari pintu masuk Malang,” singkat Hendra.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pilihan wisatawan menuju Gunung Bromo tidak hanya dipengaruhi kondisi jalur menuju kawasan wisata, tetapi juga ketersediaan fasilitas pendukung seperti hotel, penginapan, serta destinasi wisata lain di sekitar daerah transit. Di sisi lain, pelaku usaha menilai pintu masuk Probolinggo tetap memiliki keunggulan dari sisi akses jalan dan efisiensi biaya perjalanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.