Jatim

Wabup Karangasem Bali Napak Tilas Jejak Leluhur Empu Purwa di Kampung Budaya Polowijen

M. Rafix | 7 Februari 2026, 10:44 WIB
Wabup Karangasem Bali Napak Tilas Jejak Leluhur Empu Purwa di Kampung Budaya Polowijen

AKURAT.CO, Jejak sejarah lintas pulau kembali dirajut di Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kota Malang. Wakil Bupati Karangasem, Bali, Pandu Prapanca Lagosa, melakukan napak tilas leluhur Empu Purwa—tokoh pandita sakti pada masa Kerajaan Singhasari—yang diyakini sebagai leluhur masyarakat Pasek di Karangasem. 

Menurut Wabup Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, kunjungan ini bukan sekadar lawatan seremonial, melainkan perjalanan batin untuk menautkan kembali akar sejarah, persaudaraan, dan peradaban Nusantara.

"Kami ingin menegaskan, perjalanan ke Polowijen adalah perjalanan spiritual sekaligus historis, menyusuri asal-usul leluhur yang berakar di tanah Malang," kata Pandu Prapanca Lagosa di Kampung Budaya Polowijen, Blimbing, Kamis (5/6/2026).

Dalam lawatan itu, wabup Pandu Lagosa hadir bersama istri, Luh Putu Anggraeni Wijayanti, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Putu Eddy Surya Artha, jajaran protokoler, Pandita Sri Empu, serta sejumlah mangku adat dari Karangasem. 

Setiba di KBP, rombongan disambut dengan tari topeng Malangan. Suasana kian hangat saat rombongan mencicipi kudapan tradisional, jamu, dan dawet—sajian khas Pawon KBP yang disiapkan mahasiswa KKN Tematik UMM Berdampak Kelompok 14, dimana Pawon KBP yang merepresentasikan dapur sebagai pusat peradaban, dialog, dan persaudaraan.

Wabup Pandu Prapanca Lagosa mengatakan, keterkaitan historis antara leluhur masyarakat Pasek di Karangasem dengan Mpu Purwa, seorang pandita sakti dari Jawa (Panawijen). 

Wabup Karangasem mengungkapkan, keturunan Mpu Purwa, khususnya melalui garis Arya Tatar, berkembang di Bali dan berperan penting dalam struktur sosial, budaya, dan pemerintahan, termasuk di wilayah Karangasem.

“Kami datang ke sini untuk napak tilas leluhur kami, merajut kembali silaturahmi dan tali persaudaraan. Ini sekaligus ikhtiar mengajak bekerja sama membangun kembali kejayaan Singhasari yang berakar dari Empu Purwa dan putranya, Ken Dedes, melalui KBP,” ungkap Pandu Lagosa.

Pihaknya juga menyampaikan komitmen para purusa atau penerus keturunan untuk bergotong royong membangun merajan bersama di kawasan Polowijen sebagai wujud bakti kepada leluhur. 

"Hal itu penting agar garis sejarah tidak terputus dan generasi mendatang tetap mengenali bahwa leluhur mereka berasal dari Panawijen, Tanah Malang," kata Pandu Prapanca Lagosa.

Usai berbincang akrab di Pawon KBP, penggagas KBP, Isa Wahyudi mengajak Wabup Karangasem beserta rombongan menuju situs Ken Dedes. Di situs sakral tersebut, rombongan melakukan ritual dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sejarah besar yang pernah tumbuh di tanah Singhasari.

Pada kesempatan itu, Ki Demang --sapaan akrab Isa Wahyudi--, menyerahkan kain udeng berajah Kolocokro kepada Wabup Karangasem. 

Dikatakan Ki Demang, kain ikat kepala tersebut dimaknai sebagai simbol tekad, perlindungan, dan doa agar cita-cita membangun kembali kejayaan Singhasari—yang bertitik pangkal dari Situs Ken Dedes—dapat terwujud.

“Saya menyambut niat baik Pak Wabup dan saudara-saudara kami dari Bali untuk menjalin kerja sama pelestarian kawasan cagar budaya Polowijen. Melalui udeng rajah Kolocokro ini, segala yang sulit semoga dimudahkan,” tutur Ki Demang yang juga tim ahli cagar budaya kota Malang.

Ki Demang yang merupakan ketua Forkom Pokdarwis kota Malang, mengatakan, napak tilas ini menjadi penanda bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan jembatan hidup yang menghubungkan generasi, wilayah, dan identitas. 

"Dari Pawon hingga situs Ken Dedes, KBP kembali menegaskan diri sebagai ruang perjumpaan sejarah Nusantara—tempat leluhur diperingati, persaudaraan dirajut, dan masa depan kebudayaan dirancang bersama," pungkas Ki Demang. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.