Jatim

Sampel MBG yang Sebabkan Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan Positif Bakteri

Dhani Ramadani | 11 September 2026, 16:38 WIB
Sampel MBG yang Sebabkan Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan Positif Bakteri
Ratusan ompreng berisi makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang. - Istimewa

AKURAT.CO, Hasil pemeriksaan laboratorium sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan Ratusan santri di Sidoarjo, Jawa Timur, keracunan, telah keluar. Dari pemeriksaan itu ditemukan satu sampel makanan yang positif terkontaminasi bakteri.

Plh Sekda Sidoarjo sekaligus Ketua Satgas MBG Sidoarjo, M Ainur Rahman. Dia membenarkan adanya temuan positif bakteri dalam pemeriksaan laboratorium tersebut.

"Hasil lab sudah keluar dan sudah dilaporkan kepada Bupati. Dari beberapa sampel yang diperiksa, ada yang negatif dan ada satu yang positif terkontaminasi," kata Ainur kepada awak media, Jumat (11/9/2026).

Baca: Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Tembus 730, Pemda Tak Tetapkan KLB

Ainur belum mengungkap jenis bakteri maupun sampel makanan yang dinyatakan positif. Menurutnya, rincian teknis hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh pihak yang berwenang, termasuk Dinas Kesehatan.

Dia menegaskan temuan bakteri itu belum serta-merta memastikan penyebab keracunan berasal dari makanan. Pemerintah masih melakukan investigasi untuk mengetahui sumber kontaminasi.

Baca: Puluhan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

"Belum bisa dipastikan apakah murni dari faktor makanan. Bisa banyak faktor, bisa dari air, bahan baku makanan, maupun kebersihan lingkungan," ujarnya.

Hasil laboratorium itu juga telah diserahkan kepada kepolisian sebagai bahan pendukung penyelidikan. Polres Sidoarjo nantinya akan menyandingkan hasil uji laboratorium Pemkab dengan pemeriksaan forensik yang dilakukan kepolisian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.