Jatim

Hari Lingkungan Hidup, Walkot Pasuruan Minta ASN Aktif Jaga Kebersihan RTH dan Sungai

Syukron Nuaim Hayat | 9 Juni 2026, 10:46 WIB
Hari Lingkungan Hidup, Walkot Pasuruan Minta ASN Aktif Jaga Kebersihan RTH dan Sungai
Walkot Pasuruan memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan di Taman Pekuncen, Kota Pasuruan.

AKURAT.CO, Wali Kota (Walkot) Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) mengingatkan pentingnya meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mas Adi minta Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif ikut menjaga kebersihan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sungai dan pantai.

Hal itu disampaikan Mas Adi saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan di Taman Pekuncen, Selasa (9/6/2026).

“Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar momentum tahunan, tetapi menjadi semangat dan komitmen bersama untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Khususnya di Kota Pasuruan, kita ingin mewujudkan kota yang adaptif, sehat, dan memiliki lingkungan yang mampu menjamin kualitas hidup masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Mas Adi menegaskan bahwa persoalan lingkungan dan perubahan iklim bukan hanya menjadi isu global, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, di Kota Pasuruan masih banyak hal yang perlu terus kita lakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kota Pasuruan terus mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Jumat. Namun demikian, Mas Adi menilai kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau petugas taman, tetapi tugas seluruh masyarakat. Kita masih melihat sampah yang dibuang sembarangan, saluran air yang dipenuhi sampah, hingga kebiasaan membuang sampah ke sungai dan laut. Hal-hal tersebut merusak lingkungan dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Mas Adi mengapresiasi dedikasi para petugas kebersihan dan petugas taman yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Kota Pasuruan. Ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga disiplin dan integritas dalam bekerja.

“Saya mengajak seluruh pegawai untuk menjaga disiplin dalam bekerja. Ketidakdisiplinan harus diberikan teguran dan sanksi sesuai aturan yang berlaku agar budaya kerja yang baik dapat terus terjaga. Bekerja bukan hanya karena diawasi atasan atau rekan kerja, tetapi sebagai bagian dari ibadah,” katanya.

Menutup arahannya, Mas Adi mengajak seluruh peserta untuk menjaga taman dan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai aset bersama yang mendukung kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan cita-cita Kota Pasuruan sebagai Kota Santri.

“Kota Pasuruan sebagai Kota Santri bukan sekadar simbol atau jargon. Ini adalah cita-cita yang harus terus kita wujudkan bersama melalui lingkungan yang bersih, masyarakat yang religius, serta semangat kebersamaan yang tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.