Jatim

Pengusaha Peralatan Hajatan Kena Tipu Pelanggan, Ratusan Kursi Hilang

Eko Krisyanto | 23 Mei 2026, 01:00 WIB
Pengusaha Peralatan Hajatan Kena Tipu Pelanggan, Ratusan Kursi Hilang
Pencuri bawa kabur kursi. (Istimewa)

AKURAT.CO, Modus penipuan berkedok kegiatan sosial memakan korban di Kota Pasuruan. Seorang pemilik usaha persewaan alat pesta kehilangan ratusan kursi setelah menerima pesanan fiktif untuk kegiatan donor darah.

Korban bernama Ikhwan Arif (39), warga Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Sebanyak 170 kursi miliknya raib dicuri usai dikirim ke sebuah gedung di Kelurahan Tembokrejo.

Peristiwa bermula ketika Ikhwan menerima pesanan mendadak dari seseorang yang mengaku bernama Hardiansyah pada Rabu (20/5/2026) sore melalui whatsapp. Pemesan menyebut kursi tersebut akan digunakan untuk kegiatan donor darah selama dua hari.

Karena acara disebut berlangsung keesokan harinya, Ikhwan langsung mengirim seluruh kursi pada malam itu sekitar pukul 21.00 WIB. Semua kursi bahkan telah ditata di dalam gedung sesuai permintaan pemesan.

Namun, kejanggalan mulai terungkap keesokan paginya. Pihak pengelola gedung justru mengaku tidak pernah menerima informasi adanya kegiatan donor darah ataupun acara lain di lokasi tersebut. Saat Ikhwan mendatangi gedung, seluruh kursi miliknya sudah hilang.

“Saya kaget karena dari pihak gedung bilang tidak ada agenda apa pun. Pas dicek, kursinya sudah tidak ada,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Korban kemudian menelusuri rekaman kamera pengawas milik warga sekitar. Dari CCTV itu terlihat dua kendaraan pikap datang secara bergantian pada Kamis pagi sekitar pukul 06.51 WIB.

Salah satu kendaraan tampak mengangkut tumpukan kursi secara terbuka, sementara kendaraan lainnya membawa muatan yang ditutupi terpal.

"Ada dua armada yang digunakan pelaku, dua duanya pikap. Berdasarkan penelusuran saya, pelaku masuk tol," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Ikhwan ditaksir mengalami kerugian hingga Rp42 juta. Kasus itu kini telah dilaporkan ke polisi dan masih dalam proses penyelidikan.

"Sudah lapor polisi, semoga segera tertangkap," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.