158 Hektare Tanaman Padi di Pasuruan Berpotensi Gagal Panen Akibat Terendam Banjir

AKURAT.CO, Sekitar 158 hektare tanaman padi di Kabupaten Pasuruan terendam banjir dan berpotensi gagal panen. Tanaman padi tersebut tersebar di Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Winongan, yang merupakan sentra padi.
"Genangan air terjadi di sejumlah desa sentra produksi padi, dengan sebaran dampak paling luas berada di wilayah Kecamatan Rejoso. Total ada 158 hektare lahan padi yang terdampak banjir. Saat ini kami terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah, Sabtu (28/3/2026).
Beberapa desa yang mengalami dampak cukup besar di Kecamatan Rejoso antara lain Kawisrejo, Toyaning, dan Kedungbako. Di wilayah ini sawah-sawah yang terendam air dengan kondisi tanaman rata-rata masih berusia antara 20 hingga 80 hari.
"Sementara di Kecamatan Winongan, genangan terjadi dalam skala lebih kecil. Namun tetap menjadi perhatian karena berpotensi merusak tanaman jika air tidak segera surut," jelasnya.
Pihak dinas telah melakukan langkah teknis di puluhan hektare lahan agar genangan tidak merusak perakaran tanaman padi. Hingga saat ini penanganan sudah dilakukan di sekitar 83 hektare lahan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.
"Petugas di lapangan terus memantau perkembangan kondisi sawah sambil berkoordinasi dengan kelompok tani untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





