Jatim

LPG 3 Kg di Kota Probolinggo Sulit Didapat Usai Lebaran

Raphel Aziza | 26 Maret 2026, 08:44 WIB
LPG 3 Kg di Kota Probolinggo Sulit Didapat Usai Lebaran
LPG 3kg. (Raphel Aziza)

AKURAT.CO, Warga Kota Pasuruan mengeluhkan sulit mendapatkan LPG 3 Kg setelah Hari Raya Idulfitri.

Lia Eko, warga Jalan Mastrip, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, mengaku harus berkeliling ke sejumlah toko untuk mendapatkan LPG 3 Kg.

“Sudah susah sekali mencarinya. Kemarin saya dapat dengan harga Rp22 ribu per tabung, itu pun harus keliling dulu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026).

Menurut Lia, sejumlah toko kelontong di sekitar tempat tinggalnya kehabisan stok sehingga ia harus mencari hingga ke wilayah lain demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

“Saya akhirnya dapat di wilayah Jrebeng Kulon, tapi ya dengan harga segitu. Padahal sebelumnya sempat diberitakan ada tambahan pasokan sampai 84 ribu tabung, tapi kenyataannya kami masih kesulitan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kelangkaan mulai dirasakan sejak Selasa (24/3/2026), saat dirinya pertama kali kesulitan mendapatkan LPG.

“Kalau langka saya ndak tahu sejak kapan, yang jelas kemarin mulai saya mau beli itu sudah susah. Mau beli saja harus muter-muter, itu pun belum tentu dapat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, merespons keluhan tersebut dan mengaku akan segera menindaklanjutinya.

“Terima kasih masukannya, besok akan saya sampaikan ke Satgas,” ujarnya singkat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan serta memastikan distribusi berjalan normal agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.