Jatim

Tujuh Hari Pencarian, Nelayan Pasuruan Tidak Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

Eko Krisyanto | 17 Februari 2026, 21:34 WIB
Tujuh Hari Pencarian, Nelayan Pasuruan Tidak Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

AKURAT.CO, Basarnas menghentikan operasi pencarian terhadap Suparto (52), nelayan asal Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang terbawa ombak besar, pada Minggu (8/2/2026). Operasi yang dilaksanakan selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.

Koordinator Basarnas Jawa Timur, Gani Wiratama, mengatakan pencarian dihentikan setelah penyisiran intensif tanpa hasil. Tim SAR gabungan menyatakan korban hilang sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan.

“Kami telah melaksanakan pencarian sesuai standar operasi. Hingga hari ketujuh, Minggu 15 Februari kemarin, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, sehingga operasi SAR resmi dihentikan,” kata Gani, Selasa (17/2/2026).

Baca: Nelayan yang Hilang di Pasuruan Belum Ditemukan, Perahunya Terapung Tidak Bertuan

Pencarian dilalukan hingga jarak sekitar 71,8 kilometer mencapai Pantai Pasir Panjang, Lekok. Selain penyisiran teknis di laut, Tim SAR juga menyebarkan informasi kejadian ke wilayah perairan Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo hingga Madura guna memperluas jangkauan pemantauan.

"Tidak ada informasi maupun tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Suparto. Dengan dihentikannya operasi SAR, nelayan asal Pasuruan tersebut dinyatakan hilang," ujar Gani.

Seperti diberitakan, seorang nelayan bernama Suparto hilang di perairan Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Minggu (8/2). Korban diketahui merupakan warga Dusun Kedondong, Desa Semare, Kecamatan Kraton. 

Suparto melaut pada Sabtu (7/2/2026) sore untuk mencari rajungan menggunakan perahu. Kemudian pada Minggu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, dua nelayan melihat perahu korban berjalan sendiri dengan kondisi mesin hidup, namun tidak ada orang di dalamnya.

Dua saksi bernama Lukman Hadi dan Kusen sempat berusaha memberikan pertolongan setelah melihat korban berada di laut dalam kondisi berenang. Mereka sempat melemparkan umpal atau pelampung tradisional dari bambu. Namun karena jaraknya terlalu jauh, umpal tidak bisa diraih korban.

Situasi semakin sulit ketika lampu penerangan yang dikenakan korban terjatuh ke laut, sehingga kondisi sekitar menjadi gelap. Ditambah lagi, kondisi perairan saat itu dilaporkan sedang mengalami gelombang cukup besar.

Lukman dan Kusen sempat berputar-putar melakukan pencarian selama sekitar satu hingga dua jam, namun korban tidak ditemukan. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu.

"Saat pencarian hari pertama, perahu korban ditemukan," kata Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Muhammad Junaidi.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.