Jatim

Polisi Buru Pencuri Tujuh Koper Milik Turis Bromo asal Thailand

Raphel Aziza | 16 Februari 2026, 11:29 WIB
Polisi Buru Pencuri Tujuh Koper Milik Turis Bromo asal Thailand

AKURAT.CO, Kepolisian bergerak cepat menangani kasus pencurian tujuh koper dan tas milik wisatawan asal Thailand di pendopo pemberhentian bus, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2/2026). Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan turis mancanegara yang tengah berlibur ke kawasan Gunung Bromo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, menegaskan laporan korban telah diterima secara resmi melalui SPKT dan kini dalam penanganan intensif.

“Laporan sudah kami terima. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani kasus ini,” tegasnya, Senin (16/2/2026).

Baca: Tujuh Koper Turis asal Thailand Dicuri di Kawasan Wisata Bromo

Ia memastikan jajarannya bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dalam komunikasi dengan pelapor, polisi juga merespons cepat dan menyatakan komitmen penuh.

“Siap, kita atensi,” demikian respons yang disampaikan kepada korban.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena menyangkut keamanan wisatawan asing di salah satu destinasi unggulan Jawa Timur. Polisi menegaskan komitmennya untuk mengungkap pelaku serta mengupayakan pengembalian barang-barang milik korban.

Dari data yang dihimpun, kerugian korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga dilaporkan raib, mulai dari uang tunai hingga perangkat elektronik bernilai tinggi.

Satu tas merah milik Kanthuma Puk berisi make up, pakaian, serta dompet dengan uang tunai sebesar Rp3.251.046 ikut hilang. Backpack hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen juga digondol pelaku. Di dalamnya terdapat kamera Ricoh GR IV senilai Rp26.550.209, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, serta earphones.

Sementara itu, backpack hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, serta pakaian juga tak luput dari sasaran. Dua tas lainnya—masing-masing warna kuning dan hitam—milik Naowarat dan Sawatphiphatphon yang berisi pakaian turut hilang. Selain itu, satu backpack hitam milik Chanidapa Pavichievac yang berisi pakaian juga dilaporkan raib.

Salah satu korban, Kathuma Puk, mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Ia menyebut kehilangan itu berdampak besar terhadap rencana kepulangannya.

“Saya sangat kecewa dengan apa yang telah saya alami. Akibat kehilangan itu, saya menjadi kesulitan mengurus paspor untuk perjalanan kepulangan saya. Apakah pihak kepolisian bisa menemukan kembali barang-barang saya yang hilang itu,” ujarnya dengan nada cemas.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna mempercepat pengungkapan kasus dan menjaga citra keamanan kawasan wisata.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
R