Jatim

Banjir Melanda 5 Kecamatan di Probolinggo, Satu Jembatan Putus Diterjang Air Bah

Raphel Aziza | 22 Februari 2026, 23:12 WIB
Banjir Melanda 5 Kecamatan di Probolinggo, Satu Jembatan Putus Diterjang Air Bah

AKURAT.CO, Hujan deras selama lebih dari enam jam di Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu (21/2/2026) malam menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Banjir melanda sejumlah lokasi di lima kecamatan, dan bahkan ada yang mencapai satu meter. Satu jembatan putus.

Lima Kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Besuk, Paiton, Kraksaan, Krejengan dan Gading. Air bah yang datang cepat membuat warga panik. Sejumlah lansia terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet yang diturunkan pemerintah daerah ke titik-titik terparah.

Berdasarkan laporan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, genangan air di beberapa lokasi mencapai satu meter. Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Krejengan, di mana air setinggi dada orang dewasa merendam permukiman warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, laporan banjir masuk hampir bersamaan dari berbagai wilayah. Tim gabungan langsung bergerak cepat menyisir lokasi terdampak.

“Kami bergerak cepat mengevakuasi lansia dan anak-anak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu perahu karet langsung kami turunkan di titik atau lokasi yang parah,” ujar Sekda Ugas, Minggu (22/2/2026).

Di tengah suasana Ramadan, banjir ini juga memicu kekhawatiran baru. Banyak warga membutuhkan makanan siap saji untuk berbuka dan sahur, selain kebutuhan logistik dasar lainnya.

“Pendataan masih berlangsung dan bantuan logistik juga sedang kami siapkan. Tidak hanya makanan siap saji, tapi juga alat-alat medis karena khawatir ada warga yang kesehatannya terganggu akibat banjir,” tegasnya.

Hingga kini, jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak masih dalam proses pendataan. Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Berapa rumah yang terdampak dan rusak masih dalam pendataan. Oleh karena itu kami imbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah situasi,” pungkasnya.

Hujan yang terus mengguyur hingga Minggu (22/2/2026) meningkatkan debit air di sejumlah sungai secara signifikan. Arus deras sungai menyebabkan jembatan penghubung Kecamatan Pakuniran–Kotaanyar amblas dan terputus total. Mobilitas warga lumpuh mendadak.

Jembatan yang berada di Desa Sumber Centeng, Kecamatan Kotaanyar itu tak mampu menahan derasnya arus sungai di bawahnya. Debit air yang meningkat tajam menggerus pondasi hingga badan jalan ambrol.

Warga setempat, Karim, mengungkapkan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang membuat aliran sungai semakin deras dan menghantam struktur di bawah jalan.

“Hujannya deras dan lama. Airnya semakin besar sampai menggerus bagian bawah jalan, lalu tiba-tiba amblas,” ujarnya.

Sebelum kejadian, sebenarnya sudah terlihat lubang kecil di badan jalan. Namun warga tak menyangka kerusakan akan terjadi secepat itu.

“Di bawah jalan ini memang ada aliran sungai. Tadi malam sempat ada dua mobil pikap lewat. Setelah itu langsung ambrol,” tambahnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dampaknya sangat terasa. Akses vital penghubung dua kecamatan itu kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sama sekali.

Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Pengendara roda dua harus mencari jalur alternatif dengan waktu tempuh lebih lama. Sementara kendaraan roda empat terpaksa memutar jauh melalui jalur Pantura untuk menuju Kecamatan Kotaanyar maupun sebaliknya.

Putusnya akses jembatan ini tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi antar kecamatan. Warga berharap ada penanganan cepat dari pemerintah sebelum kerusakan semakin meluas, terlebih jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
R