Geger Balita Hilang Diduga Tercebur Sungai di Probolinggo, Warga dan Basarnas Lakukan Pencarian

AKURAT.CO, Suasana Dusun Polai, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, mendadak berubah mencekam, Selasa (3/2/2026) sore. Seorang balita bernama Arsya dilaporkan hilang secara misterius diduga kuat tercebur dan terseret arus sungai di sekitar rumahnya.
Kepanikan pecah setelah keluarga menyadari Arsya tak lagi berada di depan rumah. Warga pun berbondong-bondong turun tangan, menyisir setiap sudut kampung hingga ke bantaran sungai.
Paman korban, Ahmad Suyudi (49), mengaku terakhir kali melihat Arsya sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, balita tersebut masih berada di depan rumah, sendirian.
“Saya lihat dia masih di depan rumah. Saya tinggal sebentar masuk ke dalam, minum dan mandi, sekitar 15 menit,” ujar Suyudi dengan suara bergetar.
Namun saat kembali keluar, Arsya sudah lenyap. Situasi langsung berubah tegang. Warga berdatangan, memanggil-manggil nama korban, namun tak satu pun jawaban terdengar.
“Begitu saya keluar, anaknya sudah tidak ada. Warga sudah kumpul dan ikut mencari,” katanya.
Kekhawatiran keluarga mengarah ke sungai yang berada tak jauh dari rumah korban. Bersama ayah Arsya, Suyudi menyusuri tepi sungai. Di sanalah, secercah petunjuk yang justru menambah rasa cemas ditemukan.
“Di pinggir sungai kami tidak lihat orangnya, tapi ada jejak kaki anak kecil. Dari situ kami makin khawatir, takutnya jatuh dan terseret arus,” ungkapnya.
Pencarian darurat dilakukan. Sungai disisir hingga dua kilometer ke arah utara. Warga menyusuri aliran air dengan alat seadanya, sementara sebagian lainnya memeriksa rumah-rumah kerabat korban. Namun hasilnya nihil.
“Kami sudah cari ke mana-mana, sampai dua kilometer ke utara. Ditanya ke rumah saudara juga tidak ada,” ucap Suyudi lirih.
Ia menuturkan, sejak lama sudah mengingatkan anak-anak agar tidak bermain ke sungai, terutama menjelang petang. Pasalnya, debit air sungai kerap naik secara tiba-tiba.
“Biasanya sore air sungai naik, kadang banjir datang mendadak. Itu sebabnya saya sering melarang anak-anak main ke sungai setelah jam lima,” tegasnya.
Hingga Selasa malam, Arsya belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan oleh warga, keluarga korban, BPBD Kabupaten Probolinggo, serta tim Basarnas Jember yang menyisir aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh.
Suasana duka dan cemas menyelimuti Dusun Polai. Warga berharap, Arsya segera ditemukan, di tengah arus sungai yang terus mengalir deras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





