Jatim

Petaka Lebaran di Jawa Timur, Dua Peristiwa Balon Udara dan Pesta Petasan Memakan Korban

Mustolih. | 2 April 2025, 12:08 WIB
Petaka Lebaran di Jawa Timur, Dua Peristiwa Balon Udara dan Pesta Petasan Memakan Korban

AKURAT.CO, Momen Lebaran di Jawa Timur diwarnai dengan insiden-insiden mengerikan. Lebaran diwarnai petaka balon udara dan ledakan petasan. 

Dua petaka karena balon udara yang diterbangkan warga yang tidak bertanggung jawab menyangkut di tiang listrik dan jatuh di rumah warga lain. Dua peristiwa balon udara terjadi di Kota Blitar dan Kabupaten Malang, yang sama-sama menimbulkan kekhawatiran.

Peristiwa pertama menimpa sebuah rumah di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Rumah tersebut mengalami kerusakan akibat kejatuhan balon udara pada Senin (31/3). Peristiwa ini viral di media sosial setelah pemilik rumah mengunggah video yang memperlihatkan kondisi rumahnya setelah kejadian.

"Sing nyumet happy sing ketiban mercone sing susah. Deloken lur, iki mau kobong koyo ngene rupane. Mercone jeblok nang omah. Wis jan meresahkan tenan (Yang nyalain happy, yang kejatuhan petasan yang sedih. Lihatlah ini tadi kebakar, seperti ini bentuknya. Petasan jatuh ke rumah. Sudah sangat meresahkan)," ucap pemilik rumah dalam video tersebut.

Kapolsek Sukorejo Kompol Imam Subechi membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya mengetahui insiden ini dari unggahan di media sosial. Polisi langsung melakukan penelusuran dan mendatangi lokasi kejadian.

"Selanjutnya anggota mendatangi lokasi di rumah warga di Jalan Raras Wuyung Kelurahan Blitar dan melakukan olah TKP," ungkapnya. 

Hingga kini, pihak kepolisian masih belum mengetahui siapa pemilik balon udara tersebut. Imam pun mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara, mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan, terutama jika dilengkapi dengan petasan.

"Belum tahu siapa dan dari mana balon udara tersebut. Padahal Polres Blitar Kota sudah melarang balon udara karena dapat membahayakan, terlebih dengan petasan/mercon," tandasnya.

Kemudian, peristiwa lain terjadi di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Sebuah balon udara berukuran besar tersangkut di saluran kabel listrik pada Selasa (1/4/2025) dan sempat membuat warga panik. Video kejadian tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial.

Kapolsek Pujon Iptu Sugihartono mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Awalnya, peristiwa ini tidak dilaporkan ke kepolisian. Namun, setelah video viral, pihaknya segera menurunkan petugas ke lokasi.

"Jadi peristiwa ini nggak dilaporkan ke kita. Setelah kami mengetahui informasi tersebut, petugas kepolisian langsung kami datangkan ke lokasi. Dari informasi warga sekitar itu terjadi pada pukul 07.00 WIB," kata Sugihartono.

Di Madura geger akan pesta petasan yang memakan korban jiwa. Seorang remaja meninggal dunia akibat pesta kembang api di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (31/3/2025) malam. Korban yang masih berstatus pelajar SMA inisial MRR meninggal, usai dilarikan ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) pada, Selasa (1/4)dini hari. Korban sempat tak sadarkan diri usai mengalami luka di bagian kepala dan telinga.

"Pasiennya meninggal karena jatuh waktu main petasan. Pasien datang ke UGD sudah tak sadar. Ada luka di kepala bagian belakang dan sudah dijahit, dan sudah dilakukan tindakan sesuai sop pelayanan,” kata pihak RSUD SMART Pamekasan dalam pesan tertulis yang diterima awak media.

AKP Sri Sugiarto Kasi Humas Polres Pamekasan dalam keterangannya menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat warga setempat melaksanakan tradisi menyalakan kembang api menyambut Lebaran.

Namun saat pelaksanaannya, kata AKP Sri Sugiarto, tiang penyangga untuk kembang api yang harusnya mengarah ke atas rubuh. Sehingga kembang api yang dalam posisi menyala ikut jatuh, dan mengarah ke penonton, salah satunya ke korban.

“Dan akhirnya kembang api ini tidak ke atas tapi kesamping dan menyasar kepada penonton. Karena penonton terlalu dekat, akhirnya kena ledakan dari kembang api tersebut. Memang ada satu korban meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.