LPP PCNU Kota Pasuruan Sampaikan Insight Strategis FGD Fakultas Pertanian Unmer Pasuruan

Lembaga Pengembangan Pertanian PCNU Kota Pasuruan menyampaikan insight penting dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan, Selasa (14/11/2023).
LPP PCNU Kota Pasuruan hadir sebagai peserta undangan di FGD yang juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Unmer Pasuruan Zainul Arifin, SP, MP beserta seluruh jajaran dosen, Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten/Kota Pasuruan, beberapa Perusahaan mitra perguruan tinggi dan alumni Fakultas Pertanian Unmer Pasuruan.
Ir. H. Joko Rusmanto, M.Ec selaku pengurus LPP PCNU Kota Pasuruan yang bertugas dalam bidang Riset dan Pengembangan Pertanian menyampaikan beberapa hal strategis tentang langkah sinergi lintas stake holder dalam membangun pertanian di Kota Pasuruan.
“LPP PCNU Kota Pasuruan menyambut bahagia undangan FGD dari kampus unmer pasuruan. Dengan segala potensi dan diaspora alumninya yang tersebar di berbagai macam leading sektor menjadi kekuatan dalam membangun dunia pertanian di Pasuruan” Terang Alumnus Magister of Economics University of New England, Australia tersebut.
LPP PCNU Kota Pasuruan disebutnya perlu menjalin kerjasama yang lebih produktif dan rasionable dengan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan dalam konteks pengabdian masyarakat, riset dan pengembangan iklim budaya tani di kalangan generasi muda di Kota Pasuruan.
“Kami mempunyai cita-cita besar LPP PCNU Kota Pasuruan sebagai lembaga studi dan riset pertanian di jawa timur. Perlu dukungan dan kerjasama dari perguruan tinggi untuk mewujudkan visi besar tersebut” tandasnya.
Ketua LPP PCNU Kota Pasuruan Zulkarnain Mahmud, SP dalam paparannya menyebut tiga isu besar yang harus diselesaikan oleh lintas stake holder yang hadir dalam FGD yang berlangsung di Meeting Room Universitas Merdeka Pasuruan.
“Tiga isu pertanian yang kita hadapi di Kota Pasuruan yaitu kondisi geografis perkotaan dimana lahan usaha tani yang tidak luas sehingga perlu memperkuat model pertanian urban farming, maka kehadiran Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan dalam pengabdian masyarakat menjadi mendesak untuk hadir dengan solusi keilmuannya” terangnya.
Isu kedua disebut oleh Mahasiswa tingkat akhir Magister Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur itu tentang darurat regenerasi SDM Pertanian. Dimana saat ini petani muda hanya 21,9 % dari total petani di Indonesia. “Perlu sinergi bersama meningkatkan minat anak muda untuk kuliah dan bekerja di sektor pertanian modern” imbuhnya.
Insight penutup, LPP PCNU Kota Pasuruan menyampaikan tentang Indeks Ketahanan Pangan Kota Pasuruan yang masih diangka 71 dan berada diposisi paling bawah dalam cluster Perkotaan di Jawa Timur.
“Orientasi kerjasama kita yang hadir disini harus ada sumbangsih nyata, agenda kedepan harus ditujukan diantaranya untuk menaikan indeks ketahanan pangan di Kota Pasuruan. Memang angka indeks 71 bukan angka yang rawan pangan, tapi berada di posisi ke 10 ini juga angka yang kurang baik bagi nama Kota Pasuruan” pungkasnya.
Dekan Fakultas Pertanian Zainul Arifin, SP, MP dalam paparan materinya menyampaikan tentang komitmen Fakultas Pertanian yang dipimpinnya untuk bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam beberapa bidang kerjasama yang akan digagas.
“Kami punya dosen dan tenaga ahli yang memiliki konsen dalam urban farming. Bahkan salah satu mahasiswa kami meraih juara pertama lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari tingkat Kota Pasuruan. Program Pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi menyambut baik tawaran LPP PCNU Kota Pasuruan untuk membangun dunia pertanian perkotaan” terangnya.
Selain itu Zainul Arifin, SP, MP yang juga menjadi pengurus Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) NU Menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam meningkatkan SDM Petani melalui pelatihan dan kerjasama perkuliahan dengan jamiyah Nahdlatul Ulama di Kota Pasuruan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





