Jatim

Sering Dirawat karena Diabetes, Tumisi Bersyukur Ada JKN

Syukron Nuaim Hayat | 2 September 2026, 12:38 WIB
Sering Dirawat karena Diabetes, Tumisi Bersyukur Ada JKN
Tumisi (66), warga Kelurahan Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, peserta JKN penderita diabetes. - Istimewa/BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan

AKURAT.CO, Bagi Tumisi (66), warga Kelurahan Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar kartu kepesertaan. Selama kurang lebih 20 tahun hidup berdampingan dengan diabetes, JKN menjadi jaminan yang membuatnya lebih tenang setiap kali harus menjalani pemeriksaan maupun perawatan di rumah sakit.

Tumisi tercatat sebagai peserta JKN dari segmen penerima pensiunan Polri. Kepesertaannya berawal ketika sang suami masih aktif sebagai anggota Polri. Sejak masa Askes hingga kini bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, Tumisi tetap mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan dan memastikan status kepesertaannya selalu aktif.

“Sudah sekitar 20 tahun saya terkena diabetes. Dari dulu masih Askes sampai sekarang BPJS Kesehatan, saya tetap terdaftar aktif. Karena sering kambuh, saya sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit,” ujar Tumisi saat ditemui dikamar rawat inap di RS Bhayangkara Watukosek Brimob. Senin (1/9/2026).

Menurutnya, pengalaman panjang menjalani pengobatan membuat dirinya semakin merasakan manfaat JKN. Selama mendapatkan perawatan, ia mengaku tidak pernah merasa dibedakan antara pasien JKN dan pasien umum. Pelayanan yang diterimanya tetap baik, mulai dari pemeriksaan dokter, perawatan, konsultasi, hingga obat-obatan.

Tumisi juga memberikan apresiasi kepada dokter dan perawat yang merawatnya. Ia menilai para tenaga kesehatan bersikap ramah, sabar, serta memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Edukasi mengenai pola makan, penggunaan obat, kontrol rutin, dan pentingnya menjaga kadar gula darah membuatnya lebih memahami cara mengelola penyakit diabetes.

“Dokternya baik, perawatnya juga ramah dan sangat membantu. Kalau saya bertanya, dijelaskan dengan sabar dan edukatif. Jadi saya lebih mengerti apa yang harus dilakukan agar kondisi tetap terkontrol,” tuturnya.

“Selama pakai JKN tidak pernah ada tambahan biaya. Perawatan, obat, sampai konsultasi dokter semuanya tidak bayar. Saya juga tidak pernah merasa dibedakan dengan pasien umum, semuanya dilayani dengan bagus,” lanjutnya.

Tumisi mengapresiasi pelayanan di RS Bhayangkara Watukosek Brimob yang menurutnya semakin baik. Proses pelayanan berlangsung cepat, tertib, dan tertangani dengan baik. Fasilitas rawat inap yang nyaman juga membuatnya merasa lebih tenang selama menjalani perawatan.

“Sekarang pelayanannya serba cepat dan bagus. Kalau sudah selesai menjalani perawatan, saya bisa langsung pulang tanpa mengurus administrasi yang terlalu panjang,” katanya.

Tumisi berharap Program JKN terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa perlu khawatir terbebani biaya. 

“Semoga BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Terutama bagi warga yang membutuhkan dan kurang mampu,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.