Jatim

Lima Bulan Berjuang Melawan Stroke Ringan, Sunarti Rasakan Manfaat JKN Tanpa Biaya Pengobatan

Syukron Nuaim Hayat | 1 September 2026, 17:08 WIB
Lima Bulan Berjuang Melawan Stroke Ringan, Sunarti Rasakan Manfaat JKN Tanpa Biaya Pengobatan
Sunarti (56), warga Gempol, Kabupaten Pasuruan. Peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. - Istimewa

AKURAT.CO, Senyum lega kini mulai kembali terpancar dari wajah Sunarti (56), warga Gempol, Kabupaten Pasuruan. Peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri tersebut perlahan memulihkan kondisi kesehatannya setelah sempat mengalami saraf terjepit yang kemudian didiagnosis mengalami stroke ringan.

Perjalanan pengobatan Sunarti dimulai sekitar lima bulan lalu. Saat kondisi kesehatannya menurun, ia mendapatkan penanganan di RS Bhayangkara Pusdik Porong. Selama menjalani pemeriksaan dan pengobatan, Sunarti memanfaatkan kepesertaannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Setelah mendapatkan penanganan selama beberapa bulan, Sunarti kemudian melanjutkan pengobatan dan kontrol rutin di RS Bhayangkara Watukosek Brimob, Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan secara berkala untuk memastikan proses pemulihannya berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah sekarang sudah sekitar 80 persen pulih. Selama lima bulan menjalani pengobatan, saya tidak dikenakan biaya sama sekali. Mulai dari pemeriksaan, pengobatan sampai mengambil obat semuanya ditanggung,” ungkap Sunarti. Selasa (1/9/2026).

Di tengah rutinitas pengobatannya, Sunarti juga mulai merasakan kemudahan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN. Meski dalam penggunaannya masih dibantu oleh sang anak, ia mengaku fitur-fitur yang tersedia membuat proses mendapatkan layanan kesehatan terasa lebih praktis.

Salah satu fitur yang menurutnya sangat membantu adalah Antrean Online. Melalui Mobile JKN, Sunarti dapat mengambil nomor antrean pelayanan tanpa harus datang lebih awal ke fasilitas kesehatan. Selain itu, ia juga dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melihat informasi rujukan yang dibutuhkan dalam proses pengobatannya.

“Sekarang semuanya lebih mudah dan cepat. Saya memang masih dibantu anak kalau menggunakan Mobile JKN, tetapi sangat membantu, terutama untuk mengambil antrean dan melihat informasi rujukan,” katanya.

Bagi Sunarti, kemudahan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengakses layanan JKN. Dengan layanan yang semakin terdigitalisasi, peserta memiliki pilihan untuk mengakses berbagai kebutuhan administrasi kesehatan melalui telepon genggam.

Tidak hanya merasakan kemudahan dari sisi digital, Sunarti juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan. Menurutnya, dokter memberikan penjelasan dan edukasi dengan baik, sementara para perawat melayani pasien dengan ramah.

“Pelayanannya cepat. Dokternya baik dan selalu memberikan edukasi, perawatnya juga ramah. Tidak ada pembeda antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan, semuanya tetap dilayani dengan baik,” tambahnya.

Pengalaman tersebut membuat Sunarti semakin bersyukur menjadi peserta JKN. Ia berharap BPJS Kesehatan terus berkembang dan menghadirkan inovasi yang semakin memudahkan masyarakat.

“Harapan saya BPJS Kesehatan tetap hadir dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Program JKN sangat membantu, terutama ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan. Semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dan manfaatnya,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.