Jatim

Pemkot Pasuruan Usulkan Pembangunan SMA Negeri Baru di Wilayah Timur

Syukron Nuaim Hayat | 29 Juni 2026, 09:06 WIB
Pemkot Pasuruan Usulkan Pembangunan SMA Negeri Baru di Wilayah Timur
Ilustrasi/ChatGPT

AKURAT.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengusulkan penambahan SMA Negeri baru di wilayah timur kota ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Upaya ini ditempuh demi pemerataan akses pendidikan.

Pengajuan pembangunan SMA Negeri baru tersebut sudah dilayangkan sejak tahun lalu. Pemkot Pasuruan optimis usulan ini dapat segera terealisasi.

"Kewenangannya memang ada di pemprov, karena pengelolaan SMA dan SMK berada di bawah naungan provinsi. Kami sudah menyampaikan usulan resmi tersebut," kata Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Mas Adi, sapaan Adi Wibowo, menambahkan, urgensi kehadiran SMA Negeri baru di wilayah timur, bukan sekadar untuk memenuhi kuota zonasi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemkot untuk memecah sentralisasi pembangunan ke arah timur.

"Kami ingin pembangunan kota lebih merata, tidak menumpuk di satu titik saja," jelasnya.

Selain SMA Negeri, Pemkot Pasuruan juga tengah mengembangkan pasar baru di wilayah timur. Hal itu untuk mamacu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Upaya Pemkot tersebut mendapatkan dukungan DPRD Kota Pasuruan. Pembangunan SMA Negeri baru di wilayah timur dinantikan masyarakat.

​"Komisi III melihat langkah itu memberi keadilan akses pendidikan. Selama ini, sistem zonasi merugikan anak-anak kita di wilayah timur karena jarak geografis yang jauh dari SMA Negeri yang ada. Pembangunan sekolah baru ini adalah solusi konkret. Hal itu juga sebagai momentum bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur baru di wilayah timur," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan , Muhammad Munif.

Munif melanjutkan, Komisi III meminta Pemkot segera memastikan kesiapan lahan yang diusulkan itu clear and clean. Sehingga tidak ada kendala sengketa aset di kemudian hari.

"Selain itu, perencanaan tata ruangnya harus matang, mulai dari akses jalan yang memadai agar tidak memicu titik kemacetan baru, hingga sistem drainase di sekitar lokasi yang harus siap agar kawasan sekolah tersebut bebas dari risiko genangan air atau banjir. Kita ingin pembangunan ini berjalan cepat dan tepat sasaran," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.